Sabtu, 02 Juli 2022
Barometer Jatim
Cloud Hosting Indonesia

Indeks Kebahagiaan Jatim 2021 di Peringkat 19, Khofifah: Lebih Baik dari 2017!

Berita Terkait

TETAP BERSYUKUR: Indeks kebahagiaan Jatim di peringkat 19, Gubernur Khofifah tetap bersyukur. | Sumber Data: BPS
TETAP BERSYUKUR: Indeks kebahagiaan Jatim di peringkat 19, Gubernur Khofifah tetap bersyukur. | Sumber Data: BPS
- Advertisement -

SURABAYA, Barometerjatim.com – Meski Indeks Kebahagiaan 2021 Jatim hasil survei Badan Pusat Statistik (BPS) berada di peringkat 19 (72,08 poin), Gubernur Khofifah Indar Parawansa tetap bersyukur karena masih lebih baik dibanding 2017.

Alhamdulillah, tingkat kebahagiaan di Jatim tahun 2021 berada di peringkat 19, lebih baik dibandingkan tahun 2017 yang berada di peringkat 23,” kata Khofifah dalam keterangannya, Senin (3/1/2021).

Dari data BPS, indeks kebahagiaan masyarakat Jatim 2021 mencapai 72,08 poin. Angka tersebut meningkat 1,31 poin dari 2017 (70,77 poin) semasa Jatim dipimpin Soekarwo alias Pakde Karwo.

Terlebih jika dikerucutkan di antara provinsi di Pulau Jawa, Jatim menjadi yang tertinggi soal indeks kebahagiaan 2021 baik dari sisi nilainya maupun peningkatannya.

Sebagai perbandingan, indeks kebahagiaan Jawa Tengah yakni 71,73 poin, DI Yogyakarta (71,70 poin), DKI Jakarta (70,68 poin), Jawa Barat (70,23 poin), dan Banten (68,08 poin).

Tak hanya itu, lanjut Khofifah, indeks kebahagiaan Jatim 2021 juga lebih baik dibandingkan indeks kebahagiaan nasional (71,49 poin) yang meningkat 0,80 poin dari 2017 (70,69 poin).

Seperti diberitakan, BPS meluncurkan katalog Indeks Kebahagiaan 2021. Hasilnya, Maluku Utara menjadi provinsi dengan indeks kebahagiaan tertinggi (76,34) dan terendah adalah Banten (68,08).

Kepala BPS, Margo Yuwono menjelaskan tingkat kebahagiaan penduduk didasarkan data hasil Survei Pengukuran Tingkat Kebahagiaan (SPTK) 2021.

“Survei dilaksanakan secara serentak di seluruh kabupaten/kota di Indonesia. Survei dilaksanakan pada rentang waktu 1 Juli sampai 27 Agustus 2021. Unit analisis adalah rumah tangga yang dipilih secara acak (random),” katanya.

Sedangkan tingkat kebahagiaan penduduk Indonesia dalam SPTK, diukur dari tiga dimensi yakni kepuasan hidup (life satisfaction), perasaan (affect), dan makna hidup (eudaimonia).

Dimensi Perasaan Menurun

Khofifah menambahkan, jika dilihat dari variabel tersebut, indeks dimensi kepuasan hidup masyarakat Jatim mengalami peningkatan paling besar, dari 71,68 di 2017 menjadi 76,07 pada 2021 atau meningkat 4,39 poin.

Peningkatan dimensi tersebut, lanjut Khofifah, terutama disebabkan peningkatan sub dimensi kepuasan hidup personal dari 66,63 di 2017 menjadi 71,40 pada 2021. Sementara untuk sub dimensi kepuasan hidup sosial meningkat 4,01 poin, dari 76,72 menjadi 80,73.

Lalu indeks dimensi makna hidup (eudaimonia) di Jatim meningkat 1,53 poin dari 71,66 di 2017 menjadi 73,19 pada 2021. Hanya pada indeks dimensi perasaan (affect) di Jatim turun dari 68,79 di 2017 menjadi 66,43 pada 2021.

Selebihnya, Khofifah berkomitmen untuk terus berupaya meningkatkan indeks kebahagiaan masyarakat Jatim. Termasuk pembangunan yang dilakukan tidak hanya menyasar wilayah perkotaan tapi hingga perdesaan.

“Jadi, semua masyarakat Jatim bisa bahagia lahir dan batin,” pungkas gubernur yang juga ketua umum empat periode PP Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) tersebut.

» Baca berita terkait Pemprov Jatim. Baca juga tulisan terukur lainnya Abdillah HR.

- Advertisement -
- Advertisement -

Berita Terkait

- Advertisement -

trendnews
Berita Trending Saat Ini

- Advertisement -

BERITA TERKINI

- Advertisement -