Imbas Listrik Padam, KA Menuju Jatim Terlambat Berjam-jam!

DAOP 7 MADUN: Aktivitas di Stasiun KA Kediri yang masuk wilayah Daop 7 Madiun. | Foto: Barometerjatim.com/BUDI ARYA
STASIUN KA KEDIRI: Aktivitas di Stasiun KA Kediri yang masuk wilayah Daop 7 Madiun. | Foto: Barometerjatim.com/BUDI ARYA

MADIUN, Barometerjatim.com – Pemadaman listrik PLN di wilayah Jabodetabek serta sebagian Jabar dan Jateng sejak Minggu (4/8/2019), berdampak pada keterlambatan kereta api (KA) dari Jakarta menuju Jateng dan Jatim.

Keterlambatan berjam-jam tersebut terjadi, mengingat operasional perjalanan KA di wilayah tersebut masih dominan menggunakan penggerak listrik.

“Terpantau dari laporan pusat pengendali Daop 7 Madiun pukul 22.29 WIB, beberapa perjalanan KA yang masuk wilayah Daop 7 Madiun mengalami kelambatan, khususnya KA yang keberangkatan dari Jakarta Gambir,” kata Manajer Humas Daop 7 Madiun, Ixfan Hendriwintoko, Senin (5/8/2019) pagi.

Jadwal keterlambatan keberangkatan KA, lanjut Ixfan, meliputi berbagai jurusan dengan durasi waktu yang bervariasi. Dia mencontohkan KA 56 (Bangunkarta) relasi Gambir-Surabaya Gubeng, posisi Pekalongan terlambat 318 menit (5,3 jam).

“Lalu, KA 44B (Bima) relasi Gambir-Surabaya Gubeng-Malang, posisi Karangsari terlambat 230 menit (3,8 jam). Terakhir, KA 42C (Gajayana) relasi Gambir-Malang, posisi Linggapura terlambat 255 (4,25 jam) menit,” terangnya.

Atas keterlambatan ini, kata Ixfan, bagi para pelanggan yang ingin membatalkan perjalanannya, biaya akan dikembalikan 100 persen sesuai dengan harga tiket. Jika kelambatan terjadi lebih dari tiga jam, akan diberikan service recovery.

“Kami, PT KAI Daop 7 Madiun juga menyampaikan permohonan maaf atas keterlambatan perjalanan KA-KA tersebut, dan kami selalu mengutamakan keselamatan pelanggan” tandasnya.

» Baca Berita Terkait Madiun