Idul Adha, Disnak Jatim Sebar 2.250 Petugas Kesehatan Hewan

IDUL ADHA: Heru Tjahjono (baju batik) di bazar ternak kurban Disnak Jatim. | Foto: Barometerjatim.com/ABDILLAH
IDUL ADHA: Heru Tjahjono (baju batik) di arena bazar ternak kurban Disnak Jatim. | Foto: Barometerjatim.com/ABDILLAH

SURABAYA, Barometerjatim.com – Dinas Peternakan (Disnak) Jatim akan menerjunkan total 2.250 petugas kesehatan di 6.000 titik di Jatim. Upaya ini untuk mengawasi dan memastikan tidak ada penyakit pada hewan kurban.

“Setiap hewan kurban di Jatim harus terjaga kesehatannya,” kata Sekdaprov Jatim, Heru Tjahjono saat membuka Bazar Ternak Kurban dan Pelepasan Tim Pemeriksaan Ante Mortem-Post Mortem 2019 di Kantor Disnak Jatim, Surabaya, Kamis (8/8/2019).

Secara simbolis, tim pemeriksa kesehatan hewan dilakukan pada 300 petugas, baik medik veteriner (dokter hewan) maupun paramedik veteriner sebanyak 1.250 orang.

Selain kesehatan hewan, Heru juga minta Disnak memastikan penyembelihan dilakukan secara baik dan benar. “Sehingga menghasilkan daging yang halal ketika dikonsumsi masyarakat,” katanya.

Heru menambahkan, Disnak harus bisa menyampaikan informasi kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan, kesehatan hewan kurban atau ternak kepada masyarakat. Terutama, mendekati Hari Raya Idul Adha 1440 H.

Dia juga mengingatkan kembali pesan Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa saat melakukan kunjungan di Rumah Potong Hewan (RPH) di Pegirian Surabaya, beberapa waktu lalu.

Khofifah menekankan kepada RPH untuk berhati-hati dalam setiap melakukan pemotongan. Tak hanya itu, hewan yang datang di RPH harus bisa dipastikan kondisinya dalam keadaan sehat dan siap dipotong.

“Tolong kepada Disnak Jatim untuk selalu menginformasikan kepada masyarakat, bahwa penyembeliham hewan kurban baik menjelang Idul Adha maupun hari biasa bahwa di Jatim dilakukan secara halal,” tandasnya.

Sementara itu Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati berharap, bazar ternak kurban tahun ini dapat mengedukasi atau menjual hewan kurban yang sehat berdasarkan berat badan dan bukan lewat taksiran.

“Sehingga terjadi kepastian harga antara penjual dan pembeli,” katanya.

Selain itu, juga diharapkan dapat memastikan hewan kurban yang dijual telah diperiksa tim pemeriksa kesehatan hewan dan dikeluarkan surat keterangan kesehatan hewan.

» Baca Berita Terkait Idul Adha, Disnak Jatim