Ibu ‘Zaman Now’, Mensos: Harus Siap Asuh Generasi Alfa

TANTANGAN ASUH GENERASI: Mensos Khofifah Indar Parawansa menggendong bayi salah seorang ibu peserta seminar nasional yang digelar Pengurus Gerakan Perempuan MKGR di Surabaya, Jumat (22/12). | Foto: Barometerjatim.com/ABDILLAH HR
TANTANGAN ASUH GENERASI: Mensos Khofifah Indar Parawansa menggendong bayi salah seorang ibu peserta seminar nasional yang digelar Pengurus Gerakan Perempuan MKGR di Surabaya, Jumat (22/12). | Foto: Barometerjatim.com/ABDILLAH HR

SURABAYA, Barometerjatim.com – Khofifah Indar Parawansa terbilang menteri serba bisa. Tak sekadar menguasai hampir semua materi dan data tapi juga up-date, termasuk terkait ‘generasi now’.

Tampil sebagai keynote speaker Seminar Nasional bertajuk “Peran Ibu untuk Generasi Alfa” yang digelar Pengurus Gerakan Perempuan MKGR (Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong) Jawa Timur di Surabaya, Jumat (22/12), Khofifah memberi penjabaran sangat gamblang.

Menurutnya, ibu zaman sekarang harus menyiapkan diri untuk mendidik dan mengasuh anak-anak yang terlahir sebagai “Generasi Alfa”.

• Baca: Ratusan Seniman Ludruk Jatim ‘Nglumpuk’ Bareng Khofifah

“Ibu-ibu zaman now atau ibu zaman sekarang harus belajar dan menyiapkan diri bagaimana mengasuh generasi Alfa atau yang lahir setelah tahun 2010. Sebagai generasi melek teknologi yang serba digital ini tentunya akan sangat berpengaruh pada perkembangan anak,” paparnya.

Sebagai generasi muda yang akrab terhadap teknologi, lanjut Khofifah, maka generasi Alfa tumbuh individualistis, lebih mapan karena mewarisi kemewahan material dari kedua orang tua (Generasi X dan Y).

“Lebih banyak berinteraksi lewat gawai (smartphone) yang apabila dibiarkan berlarut-larut dapat mengarah pada sifat antisosial,” ucapnya.

• Baca: Yang Muda, Yang Berebut Selfie dan Idolakan Khofifah

Karena itu, lanjutnya, sikap yang dapat diambil adalah mendidik dan mendorong generasi Alfa untuk memanfaatkan teknologi dengan benar. “Di saat yang sama orang tua mengajarkan anak-anak akan nilai-nilai agama, moral dan etika agar kelak mereka bijak dalam menggunakan teknologi,” terangnya.

Khofifah tak setuju bila orang tua menjauhkan teknologi dan gawai dari anak-anak karena kondisi ini justru akan memperburuk keadaan.

“Ajak mereka bersosialisasi, bangun komuniksi dua arah dengan tatap muka sehingga mereka tidak terpaku pada layar gawai. Sempatkan untuk turun bersama anak dalam kegiatan sosial untuk mengasah kepekaan,” katanya.

• Baca: HKSN, Mensos Sulut Semangat Kesetiakawanan Sosial

Misalnya, tambah Khofifah, mengunjungi teman yang sakit, menggalang dana untuk warga yang tertimpa musibah atau bencana alam, merayakan ulang tahun dengan berbagi bersama anak-anak panti asuhan.

“Atau mendorong dan memfasilitasi anak menciptakan aplikasi atau tools berbasis teknologi untuk membantu sesama,” katanya.

Lebih Kompleks

MENTERI SERBA BISA: Mensos Khofifah Indar Parawansa tampil sebagai keynote speaker seminar nasional yang digelar Pengurus Gerakan Perempuan MKGR di Surabaya, Jumat (22/12). | Foto: Barometerjatim.com/ABDILLAH HR
MENTERI SERBA BISA: Mensos Khofifah Indar Parawansa tampil sebagai keynote speaker seminar nasional yang digelar Pengurus Gerakan Perempuan MKGR di Surabaya, Jumat (22/12). | Foto: Barometerjatim.com/ABDILLAH HR

Khofifah mengatakan sementara para ibu bersiap menjadi ibu untuk generasi Alfa, pada saat yang sama kini mereka dihadapkan pada pengaruh narkoba dan pornografi.

“Kedua hal tersebut selanjutnya memicu terjadinya berbagai persoalan sosial lainnya. Salah satunya kekerasan seksual terhadap anak yang dilakukan oleh anak,” katanya.

Mengutip hasil penelitian yang dilakukan Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pelayanan Kesejahteraan Sosial Yogyakarta (B2P3KS), Mensos mengungkapkan faktor determinan yang mempengaruhi anak melakukan kekerasan seksual kepada anak adalah pornografi (43%).

• Baca: Hari Ibu, Kisah 5 Menu yang Terpatri di Memori Arumi

Lalu pengaruh teman (33%), pengaruh narkoba/obat (11%), pengaruh historis pernah menjadi korban atau trauma masa kecil (10%) dan pengaruh keluarga (10%).

“Ancaman narkoba juga semakin nyata terhadap anak-anak kita. Narkoba dikemas dalam bentuk permen untuk memikat anak mengonsumsi. Awalnya diberikan gratis, lama-lama saat mereka tumbuh dewasa akan menjadi pecandu,” tandas Mensos.