Ibu-ibu Jangan Jadi Penonton di Industri 4.0, Ini Solusi Khofifah!

BISNIS ONLINE: Khofifah ajak ibu rumah tangga bisnis online di era industri 4.0. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
BISNIS ONLINE: Khofifah ajak ibu rumah tangga bisnis online di era industri 4.0. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS

TULUNGAGUNG, Barometerjatim.com – Di era industri 4.0, bukan berarti ibu rumah tangga hanya menjadi penonton. Sebaliknya, mereka harus lebih kreatif, di antaranya bisa berbisnis online untuk memberdayakan diri dari segi ekonomi.

“Ibu-ibu jangan cuma jadi penonton, tapi juga harus ikut meramaikan jagat online,” kata Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa di acara Gebyar Pasar Rakyat Muslimat NU di GOR Lembupeteng, Kabupaten Tulungagung, Minggu (29/9/2019).

Dengan berbisnis online, ibu-ibu bisa mendapatkan keuntungan banyak dalam menjual barang, tanpa harus membuka fisik toko.

“Tidak perlu bangun gudang, sewa toko, atau produksi barang sendiri. Sekarang eranya online, produk bisa dari mana saja,” tandas perempuan yang juga ketua umum PP Muslimat NU itu.

Status ibu rumah tangga, lanjut Khofifah, bukan menjadi penghalang dalam menjalankan bisnis, asalkan tidak mengganggu kewajibannya sebagai istri sekaligus ibu untuk anak-anaknya.

Bisnis tetap dapat dibangun ibu rumah tangga, terlebih jika memiliki banyak waktu senggang. Daripada waktu sekadar dihabiskan untuk bermain media sosial, ikut menopang perekonomian rumah tangga jauh lebih baik.

Menurut Khofifah, peluang berjualan secara online masih sangat terbuka bagi ibu rumah tangga. Banyak marketplace online yang bisa digunakan untuk berjualan online. Di antaranya Bukalapak, Tokopedia, OLX, Shopee, Lazada, dan lain sebagainya.

“Kalau dimanfaatkan dengan baik, ini bisa menjadi ladang rezeki baru bagi ibu rumah tangga yang ingin mempunyai pundi-pundi tambahan,” tuturnya.

Perubahan Pola Berbelanja

Lagi pula, era industri 4.0 turut mengubah pola berbelanja masyarakat. Mereka tidak lagi sering mengunjungi toko atau pusat perbelanjaan untuk membeli kebutuhan, tetapi mulai mengandalkan belanja melalui e-commerce.

“Saya ingin ibu-ibu bisa jeli melihat peluang tersebut. Jika sekarang sudah ada yang berjualan offline, tidak ada salahnya untuk mencoba masuk ke online untuk memperluas jaringan distribusi dan pemasaran,” imbuhnya.

Di sisi lain, tambah Khofifah, Pemprov Jatim terus mendorong pelaku usaha agar semakin inovatif dalam proses produksi, pengemasan, distribusi dan pemasarannya dengan memanfaatkan marketplace online yang makin berkembang saat ini.

Pemanfaatan teknologi secara massif di era industri 4.0, diyakini Khofifah akan mampu mendongkrak produktivitas dan produk-produk yang dihasilkan bakal lebih kompetitif dan inovatif.

» Baca Berita Terkait Khofifah, Industri 4.0