Hindari ‘Perang’ Tradisional, Tim Prabowo-Sandiaga Pilih Gerilya

STRATEGI GERILYA: Soepriyatno (kanan) dan Anwar Sadad, ladeni Jokowi-Ma'ruf Amin dalam pertarungan di Pilpres dengan strategi gerilya. | Foto: Barometerjatim.com/NATHA LINTANG
STRATEGI GERILYA: Soepriyatno (kanan) dan Anwar Sadad, ladeni Jokowi-Ma’ruf Amin dalam pertarungan di Pilpres dengan strategi gerilya. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HASIBUAN

SURABAYA, Barometerjatim.com – Tim Prabowo Subianto-Sandiaga Uno memilih strategi gerilya, ketimbang meladeni pertarungan terbuka kontra Joko Widodo-Ma’ruf Amin di Pilpres 2019.

“Jadi gini ya, kita ini bekerja gerilya. Kita tahu kubunya Pak Jokowi-Ma’ruf kan petahana. Duit banyak berlimpah, iya kan. Polisi, kejaksaan, BIN ada di situ semuanya,” kata Ketua Badan Pemenangan Provinsi (BPP) Prabowo-Sandiaga Jatim, Soepriyatno di Surabaya, Rabu (17/10).

“Kita melakukan perang gerilya, enggak bisa melakukan perang konvensional atau tradisional. Kalau melakukan perang tradisional, kita pasti kalah,” tandasnya.

• Baca: Soepriyatno: Enggak Mungkin Prabowo Membunuh NU

Lewat cara gerilya, Soepriyatno optimistis Prabowo-Sandiaga bakal memenangi pertarungan — termasuk di Jatim — karena masyarakat di akar rumput dilihatnya tidak bisa diatur-atur untuk memilih petahana.

“Kita lihat kecintaan (masyarakat)  kepada Pak Prabowo dan Pak Sandi ini luar biasa, dan yang di bawah ini (grass root) tak bisa diatur-atur,” katanya.

Soal isu yang dibangun, Soepriyatno menuturkan timnya masih mengandalkan penyelesaian problem ekonomi dengan Prabowo-Sandiaga turun langsung ke titik masalah yang sedang dihadapi masyarakat.

• Baca: Di Kantong NU Jatim, Suara Jokowi-Ma’ruf Belum Aman!

“Contohnya petani bawang merah yang sekarang harganya cuma 2.500/Kg dan sekarang tidak diurus pemerintah. Pak Sandi juga akan mengunjungi petani tebu yang sekarang (pemerintah) impor gula,” katanya.

Di luar masalah ekonomi, Prabowo-Sandi akan mengunjungi dan silaturahim di pondok pesantren. “Karena kita ini kan diisukan (Pilpres) perang NU dan non NU, kan enggak bener,” ucap Soepriyatno yang juga ketua DPD Partai Gerindra Jatim.

Selain itu, Prabowo-Sandi akan meneruskan janji-janji Jokowi yang dinilainya belum direalisasikan. “Janji-janji Pak Jokowi sebenarnya bagus. Tapi kan dalam empat tahun terakhir belum ada yang dlaksanakan,” katanya.

• Baca: Sekjen JKSN Sebut Masuk Akal Andai Gus Ipul Pilih Prabowo

Dia kembali mencontohkan janji tidak impor, ternyata impor. Lalu soal lapangan kerja dan pengentasan kemiskinan, menurut Soepriyatno hal itu belum tercapai semua seperti yang dijanjikan saat kampanye.

“Jadi pekerjaan kita sama dengan misinya Pak jokowi yang zaman dulu (saat kampanye) yang harus kita lakukan. Soal pengentasan kemiskinan, penciptaaan lapangan pekerjaan dan lainnya,” katanya.

» Baca Berita Terkait Prabowo Subianto, Pilpres 2019, Gerindra