Hidup-Wafat dengan Semangat Islam Rahmatan lil Alamin

KELUARGA NU: (Dari kiri) KH Hasyim Muzadi, Nyai Hj Mutammimah Hasyim Muzadi, Khofifah Indar Parawansa dan Ny Hj Mahfudhoh Aly Ubaid sempat bercengkerama sebelum Kiai Hasyim dirawat di RS Lavalette. | Foto: Barometerjatim.com/RADITYA DP

DEPOK, Barometerjatim.com – Satu hal yang melekat kuat dalam diri KH Hasyim Muzadi: Tak pernah berhenti menyerukan, menghadirkan Islam rahmatan lil alamin. Semangat inilah yang membuat Kiai Hasyim bisa diterima semua kalangan.

“Islam sebagai penyemai kasih dan damai,” tutur Menteri Sosial RI, Khofifah Indar Parawansa yang menunggu kedatangan jenazah mantan ketua umum PBNU dua periode itu di Ponpes Al Hikam, Depok, Kamis (16/3).

Seperti penuturan Arif Zamhari, menantu Kiai Hasyim, jenazah akan diberangkatkan ke Ponpes Al Hikam Depok dari Ponpes Al Hikam Malang ba’da dzuhur.

Kiai Hasyim, lanjut Khofifah, bahkan setiap tiga bulan sekali selalu mengundang para kiai muda untuk mendapatkan pendalaman tetang Islam rahmatan lil alamin.

“Kedalaman beliau dalam mengerangkakan hubungan agama dan negara, serta memetakan penataan umat luar biasa,” tambah Ketum PP Muslimat NU itu.

Kiai Hasyim wafat di kediamannya, Jl Cengger Ayam Malang, kompleks Ponpes Al Hikam, Kota Malang, Kamis (16/3) pukul 06.15 WIB. Sebelum wafat, sempat menjalani perawatan intensif di RS Lavalette, Malang.