Hiasi APK Eri-Armuji, Praktisi Hukum Minta Risma Mundur!

PILWALI SURABAYA: APK Eri Cahyadi-Armuji dihiasi gambar Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini disoal. | Foto: Barometerjatim.com/IST
PILWALI SURABAYA: APK Eri Cahyadi-Armuji dihiasi gambar Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini disoal. | Foto: Barometerjatim.com/IST

SURABAYA, Barometerjatim.com – Praktisi hukum asal Surabaya, Abdul Malik menyoal gambar Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini alias Risma yang menghiasi Alat Peraga Kampanye (APK) Paslon nomor urut satu, Eri Cahyadi-Armuji.

Malik meminta Bawaslu, Linmas, dan Satpol PP Kota Surabaya agar menertibkan APK tersebut. Jika tidak, Risma yang harus mundur dari posisinya sebagai wali kota agar netral, dan menghindari penyalahgunaan wewenangnya di Pilwali Surabaya 2020.

“Bu Risma tahu tapi dibiarkan. Ini harus ditindak tegas. Bawaslu, Linmas, dan Satpol PP harus bertindak tegas. Mencopot APK paslon yang memasang foto atau gambar wali kota Risma, karena ini pelanggaran,” kata Malik, Senin (28/9/2020).

Pemasangan gambar Risma, lanjut Malik, juga bisa membuat ketidaknetralan Aparatur Sipil Negara (ASN) di jajaran Pemkot Surabaya.

“ASN di Pemkot Surabaya bisa tidak netral, karena pimpinannya seperti itu. Mereka yang tidak mematuhi wali kota, takut dikenakan sanksi, sehingga mereka sudah tidak netral lagi. Karena itu, baliho APK bergambar Risma harus segera dicopot,” terangnya.

Malik menduga, ketidaknetralan Risma yang lebih condong ke Eri, bisa mengarah ke penyalahgunaan wewenang dan jabatan, serta tindak pidana korupsi.

Sebab, Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) APBD 2020 disusun di era Eri saat menjabat kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya.

“Polisi, kejaksaan harus turun menyelidiki, KPK harus memantau. Aparat penegak hukum tugasnya bukan hanya penindakan, tapi juga melakukan pencegahan,” katanya.

“Penggelontoran dana PAK APBD pada proyek-proyek itu wajib dipelototi, wajib diantisipasi. Jangan sampai uang rakyat digunakan untuk kepentingan politik kelompok tertentu,” imbuhnya.

Jika Risma memang mau membantu Eri, lanjut Malik, sebaiknya mundur dari wali kota. “Ya harus mengundurkan diri dari wali kota dan menjadi ketua tim suksesnya Eri. Itu yang benar,” kata Malik yang juga wakil ketua DPD Partai Gerindra Jatim.

» Baca Berita Terkait Pilwali Surabaya