Hiasi APK Eri-Armuji, Pengaruh Risma Memang Tetap Signifikan!

PENGARUH KUAT: Wali Kota Tri Rismaharini, pengaruhnya masih sangat kuat di Pilwali Surabaya. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
PENGARUH KUAT: Wali Kota Tri Rismaharini, pengaruhnya masih sangat kuat di Pilwali Surabaya. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS

SURABAYA, Barometerjatim.com – Terlepas pro-kontra gambar Wali Kota Surabaya yang juga Ketua DPP PDIP, Tri Rismaharini (Risma) di Alat Peraga Kampanye (APK) Eri Cahyadi-Armuji, pengaruh kepala daerah dalam konteks Pilkada dinilai memang tetap signifikan.

“Apalagi kalau kinerjanya dianggap baik,” kata Pengamat Politik yang juga Peneliti Senior di Lembaga Surabaya Survey Center (SSC), Surokim Abdussalam, Sabtu (3/10/2020).

Bagaimanapun, lanjut Surokim, kepala daerah selalu punya relasi ekonomi politik di atas rata-rata warga negara, dan biasanya punya power di birokrasi hingga level bawah.

“Selain itu, kekuatan ekonomi politik lain terkait dengan jabatan publik yang dimilikinya, selalu punya relasi-relasi khusus dengan berbagai kelompok strategis di masyarakat,” ucapnya.

Dalam konteks masyarakat urban, power relasional itu selalu dipertimbangkan oleh kalangan pemodal sehingga power kepala daerah incumbent selalu strategis dan menjadi pertimbangan.

Apa tidak malah blunder karena kepala daerah bisa dianggap tidak netral? “Plus minus menurut saya, karena tipikal pemilih urban yang heterogen dan kompleks. Ada yang sebagai voters anut grubyuk ada yang voters independen,” katanya.

Dalam konteks voters anut grubyuk, menurut Surokim, mereka tidak mempertimbangkan hal-hal rasional karena patron menjadi rujukan utama. Ke mana patron berlabuh, ke situ voters ini mengikuti. Dalam konteks ini simbol menjadi identifikasi penting para voters.

“Namun bagi voters independen bisa jadi  menjadi pertimbangan lain karena dia selalu kritis,” tandas peneliti yang juga dekan FISIP Universitas Trunojoyo Madura (UTM) tersebut.

“Jadi selalu plus minus dan saya pikir dalam konteks Pilkada, masyarakat urban memang semua faktor akan cenderung menjadi pertimbangan dan menjadi referensi tambahan,” sambungnya.

Nah, kata Surokim, melihat fenomena pemilih urban dimana swing dan undecided voters selalu masih tinggi, maka akan lebih baik jika simbol dan identitas itu variatif dan bisa menjangkau banyak kalangan.

“Sehingga bisa menyasar ceruk suara voters yang lebih luas, khususnya pemilih swing dan undecided voters,” tuntasnya.

Seperti diberitakan, gambar Risma di APK paslon nomor urut satu, Eri-Armuji dipermasalahkan sejumlah pihak. Bahkan Ketua Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP) KIPP Jatim, Novly Bernado Thyssen sampai melaporkannya ke Bawaslu Surabaya.

Namun langkah KIPP mendapat reaksi keras dari Wakil Sekretaris Taruna Merah Putih (TMP) Surabaya, Moch Ilham Ramadhani. Menurutnya, memprotes foto pengurus partai dalam sosialisasi calon dari partainya adalah hal yang lucu.

» Baca Berita Terkait Pilwali Surabaya