Hasil 2-2 di GBT, Persebaya dan Arema Sama-sama Kecewa!

Pemain Persebaya kecewa dengan hasil 2-2 saat menjamu Arema. | Foto: Barometerjatim.com/dani iqbaal
Pemain Persebaya kecewa dengan hasil 2-2 saat menjamu Arema. | Foto: Barometerjatim.com/dani iqbaal

SURABAYA, Barometerjatim.com – Tak ada sedikit pun gurat senyum dari para pemain Persebaya usai ditahan Arema 2-2 di Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya, Selasa (9/4/2019). Bek asal Brasil, Otavio Dutra bahkan terlihat menghindar saat salah seorang penonton mengajaknya berfoto.

Persebaya kecewa? “Tentu laga tadi sangat mengecewakan kami, kita bermain imbang 2-2, final ini memakai sistem dua laga (home and away). Kita tidak bisa menang di kandang sendiri,” kata Djajang Nurdjaman, pelatih Persebaya.

Kekecewaan Persebaya bisa dimengerti. Meski final Piala Presiden 2019 masih menyisakan leg kedua, 12 April mendatang, namun laga bakal digelar di kandang Arema, Stadion Kanjuruhan plus Singo Edan diuntungkan dua gol tandang.

Artinya, Arema cukup bermain imbang tanpa gol. Bahkan imbang 1-1 pun masih berhak tampil sebagai juara, karena unggul mencetak dua gol di kandang Persebaya. Belum lagi dukungan Aremania yang tak kalah militan dengan Bonek.

Djanur — sapaan Djajang Nurdjaman — mengakui jika pemainnya sudah bermain bagus, namun hilang konsentrasi pada babak kedua. Dia kecewa karena timnya tidak bisa memanfaatkan bermain kandang dengan mencetak banyak gol.

Pelatih asal Majalengka itu menilai, pada awal pertandingan timnya bisa menekan Arema hingga unggul satu gol indah lewat kaki Irfan Jaya.

Tapi setelah gol cepat Irfan di menit ke-6, pemain Bajul Ijo seperti kehilangan konsentrasi. Sebaliknya, Arema bisa terus menekan hingga akhirnya bisa mencetak gol penyama. Pun di babak kedua, Djanur menilai pemainnya kehilangan fokus.

“Kita kalah penguasaan lini tengah, pergantian M Hidayat di menit 10 tadi membuat tempo permainan kita menurun. Kita hilang konsentrasi, lawan bisa terus menekan,” analisanya.

Meski demikian, Djanur menyebut peluang Persebaya untuk menjadi juara masih terbuka pada leg kedua nanti di Malang. Tentu saja, tandas pelatih asal Majalengka itu, timnya harus bekerja ekstra keras.

“Kesempatan menjadi juara masih terbuka, kita masih ada laga leg kedua. Mudah-mudahan bisa meraih hasil maksimal dengan memenangi laga,” ujarnya.

Buah Strategi Pressing

Djajang Nurjaman (kiri) dan Milo Sisilija, kecewa dengan hasil 2-2. | Foto: Barometerjatim.com/dani iqbaal
Djajang Nurdjaman (kiri) dan Milo Sisilija, kecewa dengan hasil 2-2. | Foto: Barometerjatim.com/dani iqbaal

Bagaimana dengan kubu Arema? Setali tiga uang. Meski berhasil mencuri dua gol di kandang lawan, hasil seri tetap membuat mereka kecewa karena targetnya pulang dengan kemenangan dari GBT.

Apalagi Pelatih Arema, Milo Sisilija mengaku memiliki pengalaman lawan Persebaya saat menukangi Madura United pada kempetisi Liga 1 musim lalu. Ini yang membuat dia menerapkan strategi pressing lawan sepanjang laga.

“Saya tahu laga berjalan sulit, tapi melawan Persebaya, saya sudah belajar dari pengalaman kompetisi Liga 1 lalu saat di Madura United. Lawan Persebaya harus terus menekan, pressing,” papar Milo.

Pada leg kedua nanti di Stadion Kanjuruhan, Arema tetap harus memasang kewaspadaan tinggi, karena Persebaya hanya butuh skor 1-0 untuk menjuarai Piala Presiden 2019. Hanya saja, mengalahkan Singo Edan di hadapan Aremania bukanlah pekerjaan mudah.•

» Baca Berita Terkait Piala Presiden, Arema, Persebaya