Harus Dibagi, Aqila-Azila Hanya Punya Satu Selaput Jantung

BERJALAN SUKSES: Tim dokter pemisahan bayi kembar siam Aqila dan Azila usai operasi pemisahan. | Foto: IST
BERJALAN SUKSES: Tim dokter pemisahan bayi kembar siam Aqila dan Azila di RSUD dr Sotomo Surabaya. | Foto: IST

SURABAYA, Barometerjatim.com – Dalam setiap kasus bayi kembar siam yang ditangami tim dokter RSUD dr Soetomo, selalu saja ada pembelajaran dan pengalaman baru. Termasuk saat menangani Aqila dan Azila.

Menurut Ketua Tim Penanganan Kembar Siam RSUD dr Soetomo, dokter Agus Harianto, bayi kembar asal Kendari, Sulawesi Tenggara itu memiliki satu selaput jantung sehingga harus dibagi.

“Kami kemudian memasang plat untuk menutup kulit Azila yang luas. Plat tersebut biasanya digunakan dalam kasus patah tulang rahang,” terangnya di Gedung Bedah Pusat Terpadu RSUD dr Soetomo Surabaya, Kamis (15/8/2019).

Pemberian plat pada Azila ini dilakukan, lanjut Agus, untuk menjembatani dan menghubungkan tulang rusuk kanan dan kiri yang tidak memiliki tulang dada.

Diharapkan, plat ini dapat memperkuat dan menstabilkan pola napas serta jantungnya. Sebaliknya untuk Aqila kondisinya lebih mudah menutup.

Agus menjelaskan, plat ini berasal dari logam mulia atau logam besi. Harapannya ke depan, sebagai ide mengembangkan RSUD dr Soetomo sebagai pusat kembar siam di Indonesia, ada bank jaringan yang menyediakan tulang dada.

“Sehingga lebih mudah dan diterima pasien. Walaupun selama ini plat dari logam besi diterima pasien, namun itu tetap benda asing,” tandasnya.

Morning Report

Agus menambahkan, tim dokter yang menangani Aqila dan Azila juga terus memantau dan mengevaluasi kondisi serta perkembangan kedua bayi tersebut.

Setiap hari pukul 09.00 WIB dilakukan morning report, dimana setiap tim dokter — baik dokter anak, dokter bedah plastik, dokter anestesi sampai bagian farmasi — melaporkan perkembangan kedua bayi.

“Target kami secepatnya Aqila dan Azila bisa keluar dari ruang ICU. Di tahap stabilisasi ini semakin cepat respon bayi, maka semakin cepat keluar dari ICU. Kami terus mengevaluasi. Mohon doanya,” pungkas Agus.

» Baca Berita Terkait RSUD dr Soetomo