Harlah Ansor, Ribuan Pemuda Bershalawat di Masjid Cheng Ho

ANSOR BERSHALAWAT: Ribuan pemuda larut dalam kegiatan Ansor NU Bersholawat di Masjid Cheng Ho Surabaya, Rabu (25/4). | Foto: Barometerjatim.com/ROY HASIBUAN
ANSOR BERSHALAWAT: Ribuan pemuda larut dalam kegiatan Ansor NU Bersholawat di Masjid Cheng Ho Surabaya, Rabu (25/4). | Foto: Barometerjatim.com/ROY HASIBUAN

SURABAYA, Barometerjatim.com – Ribuan kader Ansor Surabaya bersama elemen kepemudaan dari Bonek Mania, Komunitas Hore, IPNU-IPPNU, Ahbabul Mustofa, Sekher Mania serta Pemuda PITI, membanjiri Masjid Muhammad Cheng Ho Surabaya, Rabu (25/4).

Mereka berkumpul untuk memperingati Harlah ke-84 GP Ansor lewat kegiatan bertajuk “Ansor NU Bersholawat”. Mereka bershalawat bersama para ulama, di antaranya Habib Ubaidillah bin Idrus Al Habsy, Habib Ali bin Syech Abu Bakar, Habib Hasan Assegaf, Habib Ahmad bin Mustofa Al-Hadad serta Ustadz Mas Hasan Nuaim.

Hadir pula pengurus PCNU Kota Surabaya, di antaranya Rais Syuriah KH Mas Sulaiman Nur serta Ketua Tanfidziyah, Dr Achmad Muhibbin Zuhri.

Alhamdulillah antusias para pemuda untuk hadir dan bershalawat dengan para ulama sangat tinggi. Mereka tetap datang ke Masjid Cheng Ho meski Kota Surabaya diguyur hujan,” tutur Ketua PC GP Ansor Surabaya, HM Faridz Afif.

• Baca: Perangi Hoax, Ansor Siapkan Tim Cyber di Setiap PAC

Menurut Afif, pihaknya memilih Masjid Cheng Ho sebagai tempat acara untung mengenang Laksamana Cheng Ho sebagai ulama, sekaligus panglima perang yang membawa dan mensyiarkan agama Islam dari Negeri China ke Nusantara.

Selain itu, keberadaan mereka di masjid ini adalah bukti kalau di Surabaya tidak ada dikotomi antara pribumi dan non pribumi. Semuanya satu, warga Indonesia, warga Surabaya. Karena itu, Ansor menjunjung tinggi nilai-nilai pluralisme dan pembauran antaranak bangsa.

“Kita di sini satu sebagai pecinta rasul. Kita di sini bersatu menjaga ulama dan kita di sini menyatu sebagai pengikut Ahlussunah wal Jamaah An Nahdliyah, kita bersatu untuk menjaga Surabaya tetap sejuk dan tidak terpecah belah karena Pilkada,” ujarnya.