Hari Pertama Puasa, Mensos ‘Tancap Gas’ di Kampung Badui

KEIBUAN: Mensos Khofifah Indar Parawansa bersama anak-anak Kampung Badui yang menjadi korban kebakaran. Dalam kunjungannya, Khofifah juga menyalurkan total bantuan Rp 3,2 miliar. | Foto: Humas Kemensos/IKHWAN

LEBAK, Barometerjatim.com – Puasa bukan halangan bagi Menteri Sosial, Khofifah Indar Parawansa untuk terus beraktivitas. Seperti biasa, perempuan 52 tahun itu tetap enerjik dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Di hari pertama Ramadhan, Sabtu (23/5), Khofifah mengunjungi warga Badui Luar yang menjadi korban kebakaran Selasa (23/5) lalu. Khofifah tiba di Pendopo Kabupaten Lebak sekitar pukul 11.00 WIB dilanjutkan perjalanan darat selama 2,5 jam menuju Desa Hariang Kampung Karang Combong, Kecamatan Sobang.

Perjalanan dilanjutkan dengan menggunakan motor trail menuju Kampung Cipicung, Desa Kanekes Kecamatan Leuwidamar. Jalan setapak, berbatu dan terjal ini kelilingi jurang cukup dalam.

• Baca: Inovasi ‘Pembebasan Gepeng’ Diganjar Penghargaan Top 99

Tiba di Kampung Cipicung, dilanjutkan berjalan kaki menuju lokasi kebakaran di Kampung Cisaban II. Setelah menempuh jalan setapak berbatu dengan kemiringan 45 derajat selama 30 menit, akhirnya Mensos tiba di lahan kebakaran.

“Medan menuju lokasi memang cukup berat, tapi begitu sampai di wilayah pemukiman warga semua rasa lelah langsung sirna. Saya melihat tenda-tenda telah berdiri rapi, anak-anak warga berdatangan dengan hangat menyapa,” tutur Khofifah.

Dia juga memuji semangat kegotong-royongan warga setempat. Dalam waktu dua hari sebanyak 84 tenda hunian sementara dari Kementerian Sosial telah berdiri dan seluruhnya dilakukan warga dibantu tim Taruna Siaga Bencana (Tagana).

“Biasanya mendirikan tenda dilakukan Tagana dari Dinas Sosial setempat dibantu warga. Namun kali ini tenda terpasang rapi oleh warga, Tagana hanya membantu dan dalam waktu yang sangat singkat. Tentu ini karena kerja sama dan gotong royong yang sangat baik yang terbangun pada Suku Badui,” tuturnya.

• Baca: Kemensos Siapkan 5.327 Relawan Psikososial

Sekretaris Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Arman mengungkapkan kebakaran terjadi di wilayah RT 2 RW 06 sekitar pukul 19.30 WIB. “Diduga api berasal dari tungku rumah warga. Api membesar dan menjalar dengan cepat ke swluruh pemukiman warga,” tuturnya.

Upaya pemadaman, lanjutnya, dilakukan warga dengan menggunakan air yang jumlahnya terbatas. Air diambil dari mata air yang kecil sehingga tidak mampu memadamkan api. “Api terus melahap rumah warga dan lumbung padi sehingga mereka tidak memiliki cadangan beras,” katanya.

Bantuan Rp 3,2 Miliar

TANPA SEKAT: Mensos Khofifah Indar Parawansa bercengkerama dengan salah satu keluarga Kampung Badui. Sama sekali tak ada sekat antara pejabat dengan rakyat. | Foto: Humas Kemensos/IKHWAN

Dalam kunjungannya di Kampung Badui, bantuan yang diberikan pemerintah lewat Kemensos terdiri dari dana bahan bangunan rumah untuk 84 rumah, masing-masing Rp 25 juta.

Berikutnya jaminan hidup (jadup) untuk 365 jiwa masing-masing Rp 900 ribu dan bantuan lainnya berupa 3 ton beras, 180 lembar selimut, 90 lembar matras, 100 terpal serta 20 seragam sekolah. Total bansos yakni Rp 3,2 miliar.

Mensos berpesan agar bantuan pemerintah dimanfaatkan sebaik-baiknya dan terus menjaga kearifan lokal, sehingga semuanya bisa dilakukan secara gotong royong.

“Inisiatifnya luar biasa dan patut dicontoh. Dari anak-anak, remaja, orang dewasa, semua membantu membawa bantuan sampai ke pemukiman mereka dan mereka tidak ada yang berebut bantuan. Semua dibagi dengan baik dan tertib,” katanya.

• Baca: Mensos: Jangan Ada Lagi Anak Seret Ibunya ke Pengadilan

Di akhir kunjungan, Mensos berdialog cukup panjang dengan anak-anak dan para ibu. Mensos juga akan mengajak anak-anak berjalan-jalan ke Jakarta berkunjung ke Taman Mini Indonesia Indah (TMII) dan Monas. “Saya ingin ajak anak-anak berkunjung ke Jakarta pada Hari Anak Nasional, 23 Juli mendatang,” tuturnya.

Kegiatan ini, lanjutnya, merupakan bagian dari program Kemensos One Day for Children yang bertujuan untuk mengkampanyekan semua kalangan agar dapat menyisihkan satu hari untuk memberikan perhatian terhadap urusan anak.

“Tahun ini program One Day for Children Kementerian Sosial akan dikhususkan untuk anak-anak Suku Badui,” tandasnya.