Hari ke-3, Pembunuh Mertua Sekda Lamongan Belum Tertangkap!

TITIK TERANG: Feby Hutagalung, ada titik terang pembunuh mertua Sekda Pemkab Lamongan. | Foto: Barometerjatim.com/HAMIM ANWAR
TITIK TERANG: Feby Hutagalung, ada titik terang pembunuh mertua Sekda Lamongan. | Foto: Barometerjatim.com/HAMIM ANWAR

LAMONGAN, Barometerjatim.com – Hari ketiga pasca pembunuhan Rowaini (68), ibu mertua Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkab Lamongan Yuhronur Efendi, polisi belum juga menangkap siapa pelakunya.

Hingga kini, Polres Lamongan masih meminta keterangan sejumlah saksi untuk mengungkap pelaku pembunuhan keji warga Dusun Semperat, Desa Sumberwudi, Kecamatan Karanggeneng, Jumat (3/1/2020) malam tersebut.

“Intinya sudah ada titik terang siapa pelakunya. Saya mohon doanya saja,” kata Kapolres Lamongan, AKBP Feby DP Hutagalung usai meresmikan Barak Dalmas, Senin (6/1/2020).

“Kita juga belum menetapkan pelaku atau tersangka, intinya sudah ada titik terang. Mohon doanya semoga dalam waktu dekat ini pelakunya sudah terungkap,” tandasnya.

Saat ditanya kapan deadline pelaku pembunuhan Rowaini bisa terungkap, lagi-lagi Feby yang akan pindah tugas ke Polres Mojokerto meminta awak media untuk bersabar.

“Intinya sudah ada titik terang, mohon teman-teman untuk bersabar. Tunggu saja nanti akan disampaikan Bapak Kapolres Lamongan yang baru,” kata Feby sembari meninggalkan kerumunan wartawan.

Sebelumnya, Kasatreskrim Polres Lamongan, AKP Wahyu Norman Hidayat menduga korban meninggal akibat perampokan. “Kami duga ini korban pencurian dengan kekerasan,” ucapnya.

Namun soal pelaku dan motif pembunuhan, Wahyu menegaskan pihaknya masih melakukan penyelidikan. “Motif ya belum tahu, ini kami masih proses penyelidikan,” katanya.

“Berikan kami waktu melakukan penyelidikan untuk mengungkapnya. Insyaallah dalam waktu tiga hari kasus ini bisa terungkap,” tambah Wahyu.

Seperti diberitakan, ibu mertua Sekda Pemkab Lamongan ditemukan tewas bersimbah darah dengan luka bacok di pangkal leher kiri dan lengan tangan kiri di rumahnya.

Tetangga korban, Kholis mengaku mengetahui peristiwa tersebut sekitar pukul 19.30 WIB setelah diberitahu Salekan, salah seorang warga yang menjaga rumah Rowaini.

“Kejadian persisnya tidak tahu, cuma korban meninggal dibunuh, di pungguknya (pangkal leher) terdapat luka bacok,” terangnya.

» Baca Berita Terkait Polres Lamongan