Hari Ini PDIP Buka Pendaftaran, Tarif Nyalon Rp 100 Juta

BANDEROL RP 100 JUTA: Sekretaris DPD PDIP Jawa Timur, Sri Untari menunjukkan surat pengumuman pendaftaran bakal Cagub-Cawagub Jatim lewat PDIP dengan tarif formulir Rp 100 juta. | Foto: Barometerjatim.com/BAYAN AR

SURABAYA, Barometerjatim.com – Hari ini, Kamis (1/6), PDIP Jatim membuka pendaftaran bakal Cagub-Cawagub di kantornya, Jalan Kendangsari Industri, Surabaya. Siapapun yang mendaftar, wajib menyiapkan Rp 100 juta. Informasi biaya pendaftaran ini bahkan diiklankan di media massa, Rabu (31/5).

Sekretaris DPD PDIP Jawa Timur, Sri Untari saat ditemui wartawan di ruang kerjanya menjelaskan, pihaknya sudah berkonsultasi dengan DPP PDIP terkait pemasangan iklan tersebut.

“Ini sudah melalui rapat partai, plenonya DPD, sekonsultasi dengan DPP sehingga kita memuat iklan seperti ini,” katanya.

Terkait angka Rp 100 juta untuk sekadar mengambil formulir, lanjut Untari, hal itu berdasarkan pengalaman di Pilkada sebelumnya banyak bakal calon hanya ‘main-main’.

• Baca: Dukung Khofifah, Golkar Tak Minta Kursi Cawagub

“Semua ngambil formulir, tapi setelah itu formulirnya dibiarkan begitu saja. Sebuah sudut pandang dari kami, orang ini nunut terkenal, begitu,” kata anggota Komisi C DPRD Jawa Timur tersebut.

“Begitu daftar, mengambil formulir, diberitakan semua media, nunut populer. Tapi setelah itu tidak ada jluntrungannya (tindak lanjut), tidak mengembalikan formulir.”

Sri Untari menambahkan, meski kursi PDIP kurang satu (19 kursi) untuk bisa mengusung bakal pasangan calon (paslon) tanpa koalisi di Pilgub Jatim 2018, pihaknya sangat serius memilih bakal calon untuk melanjutkan kepemimpinan di Jawa Timur. “Bersama dengan partai lain yang bekerja sama dengan kami,” tandasnya.

• Baca: Kiai Nashiruddin: Pemimpin Perempuan Tak Masalah

Berangkat dari niat itu, tambahnya, PDIP akan melihat kesungguhan para bakal calon yang akan diusungnya. “Salah satunya kami mengajak untuk bergotong royong biaya survei. Jadi bukan untuk DPD, tapi biaya survei,” ungkapnya sembari menegaskan biaya Rp 100 juta ini bukan mahar melainkan biaya politik.

Lanjut Sri Untari, survei adalah salah satu alat yang digunakan partainya untuk menentukan siapa yang pantas direkomendasikan ke Ketua Umum, Megawati Soekarnoputri selaku pengambil keputusan tertinggi di PDIP.

Dia juga menegaskan, andai si pendaftar tidak lolos biaya politik tersebut tidak dikembalikan karena untuk biaya survei. “Untuk itu, seluruh calon, pikirkanlah masak-masak. Berilah pertimbangan-pertimbangan, tahajud-lah dahulu,” ucapnya sambil tersenyum.

Selanjutnya, usai mengambil formulir dengan biaya Rp 100 juta, para bakal calon yang mendaftar wajib mengembalikan formulir tersebut pada 15 hingga 30 Juni.

Informasi yang berkembang, Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf (Gus Ipul) akan menjadi orang pertama yang mendaftar dan mengambil formulir di hari pertama ini.