Hanya 7 Jam! Pengusaha Jatim-NTB Catat Transaksi Rp 603 M

MISI DAGANG: Khofifah dalam misi dagang Jatim ke NTB. Tujuh jam catat transaksi Rp 603 miliar. | Foto: IST
MISI DAGANG: Khofifah dalam misi dagang Jatim ke NTB. Hanya tujuh jam catat transaksi Rp 603 miliar. | Foto: IST

MATARAM, Barometerjatim.com – Luar biasa! Hanya dalam waktu tujuh jam, misi dagang Jatim ke Nusa Tenggara Barat (NTB) yang mempertemukan 128 pengusaha kedua provinsi di Hotel Lombok Raya, Mataram, Selasa (29/10), mencatat transaksi Rp 603 miliar lebih.

“Bandingkan pada 2017 baru mencapai 4 milliar. Ini hal yang luar biasa!” kata Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa yang memimpin langsung misi dagang Jatim ke NTB.

Menurut Khofifah, misi dagang merupakan fasilitasi pemerintah untuk mempertemukan para pelaku usaha guna menemu kenali dan  menyebarluaskan potensi produk perindustrian, perdagangan, potensi perikanan, agribisnis dan peluang investasi.

Sebab, jika merujuk data struktur perdagangan Jatim, net ekspor perdagangan antarwilayah Jatim lebih besar dibandingkan net ekspor perdagangan luar negeri. Sampai dengan semester pertama 2019, net ekspor antarwilayah surplus Rp 44,98 triliun.

Kondisi ini menunjukkan, potensi pasar  dalam negeri bagi Jatim lebih besar dibandingkan dengan luar negeri. Selain itu, realisasi investasi Jatim pada semester pertama 2019 mencapai Rp 32,154 triliun.

Angka tersebut, didominasi UMKM yang menjadi sumber utama pendorong pembangunan ekonomi Jatim di tengah perekonomian global yang dinamis.

Khofifah menambahkan, kedatangannya ke NTB tak hanya membuka misi dagang, tapi juga memiliki misi membangun sisterhood province dengan melancarkan misi dagang antardaerah.

Siapkan Dua Karpet

Sebagai bentuk implementasi sisterhood, kedua kepala daerah melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) terkait kerja sama pembangunan daerah untuk pengelolaan potensi dan sumber daya.

“Kegiatan ini bisa menjadi new partnership antara Jatim dan NTB. Untuk Jatim, kita akan siapkan karpet merah dan karpet hijau,” katanya.

“Seringkali terkait investasi, kita terlampau outward looking. Saya ingin mengajak kita juga melihat secara inward looking. Karena dari data kami, perdagangan dalam negeri Jatim itu sangat signifikan,” sambungnya.

Nah, melihat potensi yang dimiliki NTB, Khofifah langsung menawarkan kerja sama jagung serta perluasan penggemukan sapi untuk swasembada daging dan protein hewani.

Khofifah juga menawarkan tenaga inseminator dan tenaga pemeriksa kebuntingan dari Jatim untuk memberikan pelatihan, termasuk dari Balai Besar Inseminasi Buatan di Jatim untuk peternak dari NTB.

Tak ketinggalan, Khofifah menawarkan pula kerja sama dengan NTB terkait kerangka perhiasan untuk mutiara. Sebab, Jatim memiliki industri perhiasan terbesar di Indonesia.

» Baca Berita Terkait Khofifah, NTB