Hanura Jatim Pecah, Kelana Abaikan Manuver Soedjatmiko

TAK GENTAR: Kelana Aprilianto (kanan) bersama Oesman Sapta Odang, tak gentar dengan manuver kubu Daryatmo. | Foto: Barometerjatim.com/ABDILLAH HR
TAK GENTAR: Kelana Aprilianto (kanan) bersama Oesman Sapta Odang, tak gentar dengan manuver kubu Daryatmo. | Foto: Barometerjatim.com/ABDILLAH HR

SURABAYA, Barometerjatim.com – Perpecahan di tubuh DPP Partai Hanura berimbas dukungan di Pilgub Jatim 2018. Pengurus Hanura Jatim versi Ketua Umum Daryatmo, HM Soedjatmiko berupaya mengalihkan dukungan ke pasangan Saifullah Yusuf-Puti Guntur Soekarno.

Namun Ketua DPD Partai Hanura Jatim, Kelana Aprilianto menegaskan kalau dukungan Hanura kepada pasangan Khofifah Indar Parawansa-Emil Elestianto Dardak sudah final. Kelana juga tak ambil pusing dengan manuver Soedjatmiko.

“Saat ini kami fokus memenangkan Ibu Khofifah-Mas Emil Dardak karena dukungan kami sudah final, sekaligus kami fokus kerja partai untuk pemenangan Pemilu,” tegas Kelana kepada wartawan, Minggu, (11/2).

• Baca: Ketum Hanura: Jangan Coba-coba Berkhianat! Itu Pesan Saya

Kelana bahkan menyebut menuver Soedjatmiko sebagai tindakan aneh, karena dukungan partainya ke Khofifah-Emil sudah melalui mekanisme DPD dan diputuskan DPP di bawah kepemimpinan Oesman Sapta Odang (OSO).

“Saya tegaskan, ini bukan keputusan saya pribadi, tapi keputusan hasil rapat di DPD dan DPP. Kita meyakini, Ibu Khofifah akan menang. Kalau dukungan kita salah, nanti malah kalah. Ini soal keyakinan,” jelasnya.

Kelana menambahkan, kalau Soedjatmiko bersikeras melakukan perubahan struktur Parpol dan pengalihan dukungan di Pilgub Jatim, seharusnya menunggu hasil dari Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN).

• Baca: Hanura Turunkan Rekom, Modal Khofifah-Emil Jadi 26 Kursi

Sebab, sampai saat ini yang diakui Kemenkum HAM adalah kepengurusan versi OSO. Begitu pula dengan verifikasi faktual yang sudah dilakukan. “Seharusnya menunggu dulu, tidak usah terburu-buru,” ucapnya.

Selain itu, tambah Kelana, adanya upaya perpindahan dukungan dianggap sebagai upaya mengkerdilkan partai. Apalagi, saat ini kondisi Hanura sedang naik daun di Jatim. “Partai ini adalah miniatur negara, kalau dibuat mainan seperti itu bisa kacau,” tandas politikus yang juga pengusaha itu.

Seperti diberitakan, hari ini, lewat jumpa pers, Soedjatmiko ‘memanfaatkan’ perpecahan Hanura untuk mengalihkan dukungan ke pasangan Saifullah-Puti di Pilgub Jatim 2018.

• Baca: Khofifah: Layaknya Olahraga, Politik Perlu Junjung Sportivitas

“Kita tahu bersama hanya Gus Ipul yang mendaftar di Hanura Jatim dan menyampaikan visi misi di depan pengurus. Kalau calon lain (Khofifah) kan mendaftar lewat DPP, tidak mengikuti proses dan bertemu di kantor Hanura Jatim,” dalihnya.

Menuver Soedjatmiko didasari SK Nomor SKEP/011/DPP-HANURA/I/2018 yang dikeluarkan kubu Daryatmo. Inti SK menunjuk Soedjatmiko menggantikan Kelana. SK inilah kemudian dijadikan Soejatmiko untuk mengalihkan dukungan di Pilgub Jatim 2018 dari Khofifah-Emil ke Saifullah-Puti.