Halim Iskandar, Dari Kandidat Cagub Jadi ‘Kurir Politik’

GANTI PERAN: Abdul Halim Iskandar, dari kandidat calon gubernur kini berganti peran menjadi ‘kurir politik’ bagi bakal pencalonan Saifullah Yusuf. | Foto: Barometerjatim.com/ ROY HASIBUAN

SURABAYA, Barometerjatim.com – “Juni saya akan deklarasikan sebagai Cagub Jatim 2018. Kalau untuk urusan Cagub sudah pasti tertutup peluang bagi calon lain, kalau urusan Cawagub masih terbuka.”

Kamis, 16 Februari 2017. Statement itu begitu gamblang disampaikan Ketua DPW PKB Jatim yang juga Ketua DPRD Jatim, Abdul Halim Iskandar kepada wartawan.

Statement itu seolah menjadi angin segar bagi pengurus PKB dan seluruh konstituen karena Parpol pemilik 20 kursi di DPRD Jatim tersebut bakal mengusung kader internal, di tengah popularitas Mensos Khofifah Indar Parawansa maupun Wagub Saifullah Yusuf (Gus Ipul) yang disebut-sebut bakal maju di Pilgub Jatim 2018.

Baca: Halim Deklarasi Juni, PKB Tutup Peluang Gus Ipul

Apalagi Halim begitu gencar menyosialisasikan bakal pencalonannya lewat iklan di berbagai media massa hingga billboard ukuran raksasa di hampir seluruh kabupaten/kota dengan tagline: Jatim Pak Halim, Holopis Kuntul Baris. Terlebih lagi, Halim adalah kakak kandung Ketua Umum DPP PKB, Muhaimin Iskandar (Cak Imin) yang diasumsikan bakal mudah memberikan restu.

“Juni saya akan deklarasikan sebagai Cagub Jatim 2018. Kalau untuk urusan Cagub sudah pasti tertutup peluang bagi calon lain, kalau urusan Cawagub masih terbuka.”

Juni 2017 berlalu, apa kabar deklarasi Pak Halim? Alih-alih deklarasi. 19 Mei 2017, niat Halim maju justru ‘dihadang’ 21 kiai di Jatim — di antaranya KH Agus Ali Masyhuri (pengasuh Ponpes Progresif Bumi Sholawat, Lebo, Sidoarjo) dan KH Mutawakkil Alallah (pengasuh Ponpes KH Zainul Hasan, Genggong, Probolinggo) — yang berkirim surat ke DPP PKB untuk dilibatkan dalam proses pencalonan gubernur.

Secara tersirat, surat itu meminta agar PKB tidak mengusung Halim tapi mencalonkan Gus Ipul. Merasa mendapat intervensi, sekitar 10 pengurus DPC PKB dan mengklaim mewakili 38 DPC se-Jatim mendatangi kantor DPW di Jalan Ketintang Madya, Surabaya, untuk menolak surat ke-21 kiai.

• Baca: PKB Masih Mungkin Usung Cagub di Luar Halim

Mereka meminta PKB tetap mengusung Halim. Alasannya, dukungan tersebut merupakan hasil kesepakatan pada pertemuan pengurus PKB se-Jatim di Hotel Singgasana, Surabaya. “Beliau kader terbaik PKB Jawa Timur dan berproses sejak ranting hingga DPW,” ujar Ketua DPC PKB Kabupaten Lamongan, Ghofur.

Namun Cak Imin bergeming. 24 Mei 2017, saat menghadiri silaturahim di Ponpes KH Zainul Hasan, menyatakan PKB akan mengusung Gus Ipul. Sehari kemudian dipertegas usai mengikuti acara musyawarah kubro ulama dan kiai di Ponpes Progresif Bumi Sholawat. Bahkan secara khusus Cak Imin meminta agar kakak kandungnya legowo.

AJAK KOALISI: Abdul Halim Iskandar (dua dari kanan) saat menemani Saifullah Yusuf melakukan safari politik ke DPW PAN Jatim. | Foto: Barometerjatim.com/ BAYAN LTG

Tak hanya diminta legowo, Halim yang semula di posisi kandidat calon gubernur juga harus berganti peran menjadi ‘kurir politik’ bagi Gus Ipul dalam mencari koalisi lewat safari politik ke sejumlah Parpol — kendati SK DPP PKB hingga kini juga belum turun.

• Baca: Cari Cagub Potensial, Pakde Karwo Tunggu Khofifah

Alhasil, sepanjang Juni 2017, Halim terlihat rajin menemani Gus Ipul ‘belanja Parpol’. Dari sembilan Parpol (minus PKB)  pemilik kursi di DPRD Jatim hanya PKS dan Gerindra yang belum didatangi. Tak cukup bersafari politik, Gus Ipul bahkan ikut penjaringan bakal Cagub yang digelar DPP PDIP Jatim.

“Jadi apa yang saya lakukan, berkunjung ke partai-partai ini menindaklanjuti perintah kiai yang disampaikan ke PKB,” kata Halim. Bagaimana dengan Gerindra dan PKS? “Kita masih mencari waktu yang tepat,” tandasnya.

KURSI PARPOL DI DPRD JATIM

1. PKB – 20
2. PDIP – 19
3. Gerindra – 13
4. Demokrat – 13
5. Golkar – 11
6. PAN – 7
7. PKS – 6
8. PPP – 5
9. Nasdem – 4
10. Hanura – 2