Haji Masnuh Dinilai Layak Pimpin Sidoarjo Pasca Saiful Ilah

DIDORONG MAJU NYALON BUPATI: Haji Masnuh (dorong kursi roda) bersama Gus Hasib (kiri) dan Khofifah saat memberikan bantuan untuk penyandang disabilitas di Sidoarjo. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HASIBUAN
KANDIDAT BUPATI: Haji Masnuh (dorong kursi roda) bersama Gus Hasib (kiri) dan Khofifah memberikan bantuan untuk penyandang disabilitas di Sidoarjo. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HASIBUAN

SIDOARJO, Barometerjatim.com – Masih dua tahun lagi. Meski demikian, Pemilihan Bupati (Pilbup) Sidoarjo 2020 mulai jadi perbincangan publik Kota Badeng dan Udang. Termasuk sejumlah kandidat yang dinilai layak berkontestasi.

Apalagi pertarungan di salah satu wilayah basis pemilih Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu disebut-sebut bakal sengit, mengingat Bupati Saiful Ilah tidak bisa maju lagi karena sudah dua periode menjabat.

Siapa paling layak? KH M Roziqi, ketua tim pemenangan Khofifah Indar Parawansa-Emil Elestianto Dardak yang sukses memenangi Pilgub Jatim 2018, menilai dari sejumlah tokoh yang bakal menjadi kandidat, Haji Masnuh paling tepat untuk memimpin Sidoarjo pasca Saiful Ilah.

• Baca: Haji Masnuh, ‘Turun Gunung’ Bantu Khofifah karena Gus Dur

“Pak Haji Masnuh ini kan punya pengalaman panjang, mulai dari ikut Gus Dur (Presiden ke-4 RI, KH Abdurrahman Wahid), kemudian bersama Bu Khofifah. Kalau beliau berkenan maju saya kira bagus, kita akan dukung,” katanya, Selasa (18/9).

Selain pengalaman, kata Roziqi, Masnuh juga dekat dengan kiai-kiai Nahdlatul Ulama (NU) dan diharapkan bisa menata perekonomian karena berlatar belakang pengusaha. “Kemudan dari sisi logistik, saya kira kalau untuk pencalonan bupati lebih dari cukup,” katanya.

Tak sekadar mendorong maju, Roziqi juga siap jika diminta masuk tim pemenangan karena Sidoarjo memang membutuhkan perubahan. Apalagi sebagai daerah hinterland, kelasnya hampir sama dengan Surabaya.

• Baca: Orang Dekat Gus Dur Minta Risma Cabut Ucapan “Keminter”

“Kalau diminta saya siap. Gus Hans (KH Zahrul Azhar As’ad, Jubir Khofifah-Emil) saya kira juga siap,” ujar kiai yang juga mantan Kepala Kanwil Kementerian Agama (Kemenag) Jatim tersebut.

Roziqi juga tak mempersoalkan, andai di 2020 nanti lawan yang dihadapi Masnuh dari keluarga Saiful Ilah atau Wabup saat ini, Nur Ahmad Syaifuddin (Cak Nur). “Semua tergantung ikhtiar kita. Kalau benar-benar, lahir batin, insyaallah bisa (menang),” katanya.

Modal Mesin Pilgub

MASNUH LAYAK BUPATI SIDOARJO: KH M Roziqi, dorong Haji Masnuh maju di Pemilihan Bupati Sidoarjo 2020. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HASIBUAN
DORONG MASNUH NYALON BUPATI SIDOARJO: KH M Roziqi, dorong Haji Masnuh maju di Pemilihan Bupati Sidoarjo 2020. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HASIBUAN

Terlebih Masnuh sukses mengantarkan Khofifah-Emil menang telak (selisih 11,75 persen) di Sidoarjo saat Pilgub Jatim. “Kalau melihat infrastukturnya kemarin, beliau ini sangat cukup. Bu Khofifah-Mas Emil menang besar di Sidoarjo karena ketua timnya beliau,” ucapnya.

“Kalau itu bisa ditata kembali, harapan untuk menang tetap besar. Pemilih Bu Khofifah-Mas Emil kemarin itu tinggal diramut, dialihkan menjadi pemilihnya Pak Haji Masnuh, insyaallah menang.”

Apakah Khofifah merestui kalau Haji Masnuh maju di Pilbup Sidoarjo 2020? “Tergantung pendekatan beliau. Kalau Pak Haji Masnuh yang bersangkutan matur sendiri ke ibu, insyaallah direstui,” katanya.

• Baca: Salut! Relawan Khofifah-Emil Peduli Penyandang Disabilitas

Sebelumnya, dalam banyak kesempatan, Masnuh yang juga mantan Bandahara Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) enggan menanggapi terkait namanya yang muncul sebagai kandidat di Pilbup Sidoarjo 2020.

Namun Roziqi tetap optimistis, “Namanya orang, kalau banyak yang mendorong, biasanya ndak kuat untuk tidak maju,” ujar Roziqi sambil tersenyum.

» Baca Berita Terkait Haji Masnuh, PKB, Sidoarjo