Hadapi Revolusi Industri 4.0, Emil: Jatim Harus Fokus SDM

TANTANGAN REVOLUSI INDUSTRI 4.0: Emil Dardak saat mengunjungi salah satu industri di Kabupaten Nganjuk. | Foto: Barometerjatim.com/DOK
TANTANGAN REVOLUSI INDUSTRI 4.0: Cawagub nomor satu, Emil Dardak saat mengunjungi salah satu industri di Kabupaten Nganjuk. | Foto: Barometerjatim.com/DOK

SURABAYA, Barometerjatim.com – Cawagub Jatim nomor satu, Emil Elestianto Dardak menegaskan tantangan terbesar bangsa Indonesia saat ini adalah revolusi industri keempat atau populer disebut revolusi industri 4.0.

“Ini sekaligus menjadi tantangan terbesar bagi masyarakat Jatim, bahwa kekayaan terbesar kita bukan hanya sumber daya alam (SDA) tapi juga sumber daya manusianya (SDM). Jatim harus siap hadapi revolusi industri 4.0,” katanya saat dihubungi wartawan, Rabu (16/5).

Alumnus University of Oxford itu memaparkan, revolusi industri pertama yakni era tenaga manusia dan hewan digantikan kemunculan mesin. Lalu revolusi industri ke-2 ditandai tenaga listrik yang kemudian muncul pesawat telepon, mobil dan pesawat terbang.

• Baca: Tekad Emil Bangun Madura dengan Tiga Potensi Besar

Berikutnya revolusi industri ke-3 ditandai dengan kemunculan teknologi digital dan internet. Sedangkan revolusi industri generasi ke-4 ditandai dengan kemunculan superkomputer, robot pintar yang memungkinkan manusia untuk lebih mengoptimalkan fungsi otak.

“Revolusi industri ke-4 ini harus direspon secara dan cepat, karena sejarah telah mencatat revolusi industri telah banyak menelan korban dengan matinya perusahaan-perusahaan raksasa,” katanya.

Karena itu, tambah Emil, persaingan Indonesia semakin ketat dan berat. Tidak bisa sekadar mengatakan gemah ripah loh jinawi, negara kita kaya tongkat kayu dan batu jadi tanaman.

• Baca: Kunjungi Hong Kong, Emil Paham dan Peduli Buruh Migran

“Kita harus merubah paradigma itu, sekali lagi, bahwa kekayaan terbesar bangsa Indonesia bukan hanya sumberdaya alam namun juga sumber daya manusianya,” tegas suami Arumi Bachsin tersebut.

Karena itu, tambah Emil, ke depan Indonesia harus bergeser dari negara berbasis sumber daya alam ke negara berbasis ilmu pengetahuan. “Pendidikan menjadi sangat penting, karena menjadi investasi terbaik untuk masa depan,” tandasnya.