Habib Muhdor: Jangan Hanya HTI, Bubarkan juga Syi’ah

JAGA KEUTUHAN NKRI: Habib Muhdor (kanan) dan KH Muzakki Syah dalam acara Doa dan Dzikir Manaqib Syeikh Abdul Qodir Jailani di Ponpes Al Qodiri Jember. | Foto: Barometerjatim.com/RADITYA DP

JEMBER, Barometerjatim.com – Habib Muhdor bin Muhammad Al Hamid mengingatkan pemerintah, bahwa aliran yang berbahaya di negeri ini tak hanya Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) tapi juga Syi’ah.

“Jangan hanya HTI saja yang dibubarkan, Syi’ah juga mengancam keutuhan NKRI,” katanya saat menjadi penceramah dalam acara Doa dan Dzikir Manaqib Syeikh Abdul Qodir Jailani di Ponpes Al Qodiri di Desa Kedawung, Kelurahan Gebang, Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember, Kamis (18/5) malam.

Menurut Habib Muhdor, banyak pelajaran yang bisa diambil dari betapa bahaya Syi’ah. Dia mencontohkan Irak menjadi porak-poranda akibat ulah Syi’ah. Begitu juga Afghanistan dan Yaman.

“Kita tidak menginginkan NKRi terpecah-pecah, NKRI menjadi hancur karena ulah orang Syi’ah. Mumpung mereka masih minoritas di negeri ini, jangan kasih jalan,” katanya.

Dia menyebut konflik terjadi akibat pemahaman ilmu yang salah. “Jangan karena HTI dananya nggak ada lalu dibubarkan, sementara Syi’ah yang dananya banyak dari Iran kemudian Syi’ah ditutup-tutupi. Ini apa-apaan?” katanya.

• Baca: NKRI Terusik, Forkopimda Jatim Rapatkan Barisan

Kalau betul-betul cinta NKRI, kata Habib Muhdor, harus dari hati jangan hanya sebatas di lidah. “Indonesia tetap merah-putih, tidak boleh ada perbuatan yang mengundang konflik. Sebelum itu terjadi, kita mohon kepada para pejabat, Syi’ah juga berbahaya dan mengancam keutuhan NKRI,” paparnya.

Selebihnya, Habib Muhdor meminta pejabat agar mencintai ulama. Menjadikan ulama sebagai penasihat karena mustahil Indonesia merdeka tanpa perjuangan ulama.

“Kekuasaan para ulama sampai di surga Allah Swt. Di akhirat nanti jabatan apapun tidak disebut Allah kecuali ulama, karena mendapatkan mandat dari Allah. Bahkan yang paling tinggi derajatnya di surga adalah para ulama,” katanya.