Gus Muhdlor-Rahmat Muhajirin Saling Berbisik, Hem.. Ada Apa?

SALING BERBISIK: Gus Muhdlor-Rahmat Muhajirin saling berbisik di acara 40 hari wafatnya Cak Nur. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
SALING BERBISIK: Gus Muhdlor-Rahmat Muhajirin saling berbisik di acara 40 hari wafatnya Cak Nur. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS

SIDOARJO, Barometerjatim.com – Ada pemandangan yang menyita perhatian saat peringatan 40 hari wafatnya Nur Ahmad Syaifuddin (Cak Nur) di Masjid Nurul Huda, Desa Janti, Kecamatan Waru, Sidoarjo, Selasa (29/9/2020) malam.

Calon Bupati (Cabup) Sidoarjo nomor urut dua, Ahmad Muhdlor Ali atau Gus Muhdlor duduk bersebelahan di atas panggung dengan tokoh Sidoarjo yang juga anggota DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra, Rahmat Muhajirin.

Tak sekadar duduk berdampingan, Gus Muhdlor juga beberapa kali terlihat membisikkan sesuatu ke telinga Rahmat, begitu sebaliknya. Keduanya bahkan berbincang akrab usai acara, di saat jamaah lain sudah meninggalkan lokasi.

Di Pilbup Sidoarjo 2020, Gus Muhdlor yang berpasangan dengan Subandi diusung PKB, sementara partainya Rahmat, Gerindra bersama Golkar, PKS, Demokrat, dan PPP mengusung Bambang Haryo Soekartono-Taufiqulbar.

Sebelumnya, istri Rahmat, Mimik Isayana sempat ‘dijodohkan’ tokoh Nahdlatul Ulama (NU) asal Waru, Haji Masnuh untuk berpasangan dengan Cak Nur maju di Pilbup Sidoarjo 2020. Maka saling berbisik ini pun menyita perhatian.

Lantas, apa yang dibisikkan Gus Muhdlor ke Rahmat? Terkait Pilbup Sidoarjo? “Oh ndak, guyon-guyon aja,” katanya sambil tersenyum.

Tidak berbisik soal dukung mendukung di Pilbup Sidoarjo? “Ndak, berbisik tentang ini pasti jadi viral dan bahan wartawan, itu aja, yang lainnya ndak,” selorohnya.

Gus Muhdlor juga menandaskan, pertemuannya dengan Rahmat dalam satu forum sejak ditetapkan sebagai calon bupati bukanlah yang pertama. “Sudah beberapa kali,” ucapnya.

Perjuangan Cak Nur

SALAM DUA JARI: Gus Muhdlor-Subandi salam "dua jari", simbol nomor urut keduanya di Pilbup Sidoarjo. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
SALAM DUA JARI: Gus Muhdlor-Subandi salam “dua jari”, simbol nomor urut keduanya di Pilbup Sidoarjo. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS

Sementara ditanya terkait keteladanan yang bisa diambil dari Cak Nur, Muhdlor menuturkan yakni kesantunan almarhum yang semasa hidup sempat menjabat Plt bupati Sidoarjo tersebut.

“Pola sederhananya beliau, merakyatnya beliau, dan yang terpenting kita sebagai salah satu calon bupati harus bisa meneladani dan meneruskan cita-cita beliau,” katanya.

Apa itu? “Tentunya Sidoarjo yang bersih dari korupsi, kolusi, dan nepotisme,” ujar putra KH Agoes Ali Masyhuri alias Gus Ali, pengasuh Pondok Pesantren Progresif Bumi Sholawat Sidoarjo itu.

Selebihnya, Gus Muhdlor menyebut Cak Nur adalah sosok pahlawan, panutan, karena pola pemimpin yang sederhana, merakyat, serta teladan yang baik bagi semua orang.

“Kita harus mencontoh dan melanjutkan cita-cita beliau, meneruskan sesuai dengan perjuangan beliau untuk kemajuan Sidoarjo yang bersih dari korupsi, kolusi, nepotisme, serta Sidoarjo yang santun,” tuntasnya.

» Baca Berita Terkait Pilbup Sidoarjo