Gus Ipul-Puti Kalah, Pengamat: PDIP ‘Menangis’, PKB Tidak!

HANYA PDIP YANG 'MENANGIS': Ahmad Zainul Hamdi, kekalahan Gus Ipul-Puti di Pilgub Jatim 2018 tak akan membuat PKB 'menangis'. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HASIBUAN
HANYA PDIP YANG ‘MENANGIS’: Ahmad Zainul Hamdi, kekalahan Gus Ipul-Puti di Pilgub Jatim 2018 tak akan membuat PKB ‘menangis’. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HASIBUAN

SURABAYA, Barometerjatim.com – Kader PDIP, termasuk Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, begitu terpukul — sampai-sampai mengaku agak stres — melihat kekalahan Saifullah Yusuf (Gus Ipul)-Puti Guntur Soekarno di Pilgub Jatim 2018. Namun hal itu tak terlihat dirasakan Parpol pengusung utama lainnya, PKB.

Menurut Pengamat Politik asal Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UNINSA) Surabaya, Ahmad Zainul Hamdi, PKB tidak akan ‘menangis’ melihat kekalahan Gus Ipul-Puti karena kepentingannya bukan di Pilgub Jatim 2018, melainkan di Pemilu 2019.

“Gus Ipul kalah PKB enggak akan menangis, yang menangis itu PDIP,” tegasnya saat dihubungi Barometerjatim.com, Sabtu (30/6).

• Baca: Telak! Khofifah-Emil Kuasai 12 Wilayah PKB dan 12 Basis PDIP

Kalau Gus Ipul kalah, tandas Zainul, “Apa yang rugi dari PKB? Enggak (ada)! Tapi kalau PDIP menangis, karena di situ ada Puti, kadernya sekaligus menyandang klan Soekarno. Lha Gus Ipul kan tidak memiliki hubungan kepartaian dengan PKB.”

Apalagi, tambah Zainul, PKB lebih banyak bekerja untuk mengamankan suaranya di Pemilu 2019 daripada sungguh-sungguh memenangkan Gus Ipul-Puti di Pilgub Jatim 2018. “Jadi passion-nya sudah beda antara dua partai ini,” katanya.

Saat ditanya apakah kemenangan Khofifah-Emil Dardak karena faktor pergerakan Muslimat NU yang masif, Zainul membenarkan. Di sisi lain dia juga melihat — sekalipun perlu dibuktikan dengan survei — suara yang mengalir ke Gus Ipul-Puti lebih banyak dari PDIP ketimbang PKB.

• Baca: Gus Ipul-Puti Kalah Telak, Risma: Saya Agak Stres!

“Karena dari hasil survei SSC (Surabaya Survey Center) suara NU terbagi dan lebih banyak ke Khofifah-Emil. Begitu pula dengan suara perempuan dan anak muda,” katanya.

Jadi, basis konstituen yang sebenarnya menjadi tanggung jawab untuk digerakkan PKB, menurut Zainul, sama sekali tak terbukti bergerak ke Gus Ipul tapi justru mengalir deras ke Khofifah.

“Itu berarti PKB ya sekadar kerja saja. Enggak sampai menagis, karena dia yang akan menuai keuntungan di 2019. PDIP yang bekerja keras, PKB yang akan menangguk keuntungan di 2019,” ucapnya.

PPP Lebih Diuntungkan

KHOFIFAH-EMIL MENANG: Perolehan suara Khofifah-Emil mengungguli Gus Ipul-Puti di Pilgub Jatim dalam hitung cepat KPU. | Grafis: Situng KPU
KHOFIFAH-EMIL MENANG: Perolehan suara Khofifah-Emil mengungguli Gus Ipul-Puti di Pilgub Jatim dalam penghitung cepat (Situng) KPU. | Grafis: Situng KPU

Sementara terkait keuntungan yang akan diraih Parpol pengusung Khofifah-Emil di Pemilu 2019, Zainul menilai suara Demokrat akan terdongkrak karena terbukti bisa mengkonsolidasi konstituennya yang dalam beberapa tahun terakhir agak tercerai.

• Baca: Risma ‘Blunder’ Keminter, Suara Gus Ipul-Puti Rontok di Surabaya

Namun yang lebih mendapat keuntungan kemungkinan PPP, karena Parpol pimpinan Romahurmuziy (Romi) tersebut di Jatim basisnya warga NU. “Basis konstituennya itu ya sama-sama NU. Kalau bisa men-grab Muslimat NU, PPP akan mendapatkan tambahan yang signifikan di 2019,” katanya.