Gus Hans Minta Gus Ipul Jangan Lagi ‘Seret-seret’ Kiai

JANGAN SERET-SERET KIAI: Gus Hans (kiri) minta Gus Ipul (kanan) tak lagi seret-seret kiai untuk mencari-cari dugaan kecurangan di Pilgub Jatim 2018. | Foto : Barometerjatim.com/ROY HASIBUAN
JANGAN SERET-SERET KIAI: Gus Hans (kiri) minta Gus Ipul (kanan) tak lagi seret-seret kiai untuk mencari-cari dugaan kecurangan di Pilgub Jatim 2018. | Foto : Barometerjatim.com/ROY HASIBUAN

SURABAYA, Barometerjatim.com – Juru Bicara Khofifah Indar Parawansa-Emil Elestianto Dardak, KH Zahrul Azhar As’ad (Gus Hans) meminta agar Cagub Saifullah Yusuf (Gus Ipul) tak lagi ‘menyeret-nyeret’ kiai untuk mencari-cari dugaan kecurangan di Pilgub Jatim 2018.

“Sudahlah Gus Ipul, jangan seret-seret kiai lagi untuk kepentingan pribadi. Mari jaga kiai dengan tanpa menyeret-nyeret ke hal seperti ini (urusan Pilgub Jatim),” katanya saat dihubungi Barometerjatim.com, Sabtu (30/6).

Kiai-kiai itu, tambah Gus Hans, “Tidak bermaksud seperti yang disampaikan Gus Ipul. Saya meyakini Gus Ipul salah paham atau gagal paham terhadap maksud dari kiai-kiai itu.”

• Baca: Gus Hans: Risma Akrobat Politik Agar Tak Dipecat Megawati

Sebelumnya diberitakan sejumlah media online, saat memberikan keterangan pers di posko tim pemenangan Gus Ipul-Puti di Surabaya, Jumat (29/6) sore, Gus Ipul sambil membawa nama sejumlah kiai mencurigai adanya kecurangan dan intervensi kekuasaan dalam proses Pilgub Jatim.

“Saya kok tidak yakin, masa kiai nyuruh cari-cari kesalahan. Kiai itu biasanya mendoakan, ketabahan untuk ikhlas,” sergah Gus Hans yang juga pengasuh Pondok Pesantren Queen Al Azhar Darul Ulum, Rejoso, Peterongan, Jombang tersebut.

Apalagi, tambahnya, saat closing debat publik terahir Gus Ipul sendiri yang mengatakan kalau gubernur Jatim sudah tercatat di lauhul mahfudz. “Apakah sekarang itu (lauhul mahfudz) pergi, saya enggak ngerti,” selorohnya.

• Baca: Gus Hans: Airlangga Lebih Bisa Dipercaya Ketimbang Basarah

Selebihnya, Gus Hans minta Gus Ipul agar menghadapi persoalan Pilgub Jatim dengan gentle, tanpa berusaha mencari-cari kecurangan, apalagi sampai menyeret-nyeret kiai.

“Masa kalah sama yang perempuan (Khofifah) yang tidak pernah ngajak siapa-siapa. Tinggal mengucapkan selamat saja apa sih susahnya,” tandas Gus Hans.