Gus Hans: Lulusan Madrasah Bisa Berprestasi, Jangan Minder!

WISUDA MA SEJAHTERA PARE: Gus Hans (kanan) menghadiri Wisuda Angkatan IX Madrasah Aliyah (MA) Sejahtera Pare Kediri, Sabtu (5/5). | Foto: Barometerjatim.com/DHANY KUSUMA
WISUDA MA SEJAHTERA PARE: Gus Hans (kanan) menghadiri Wisuda Angkatan IX Madrasah Aliyah (MA) Sejahtera Pare Kediri, Sabtu (5/5). | Foto: Barometerjatim.com/DHANY KUSUMA

KEDIRI, Barometerjatim.com – Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Queen Al Azhar Darul Ulum Jombang, KH Zahrul Azhar As’ad tak bisa menutupi kekagumannya saat menghadiri acara Wisuda Angkatan IX Madrasah Aliyah (MA) Sejahtera Pare Kediri sekaligus peluncuran buku berjudul wisudawan berjudul “Menembus Batas”, Sabtu (5/5).

“Baru kali ini saya datang dalam acara wisuda, yang di dalamnya sekaligus peluncuran buku karya yang diwisuda. Luar biasa! Semoga bisa menginspirasi semua pihak,” kata kiai muda yang akrab disapa Gus Hans tersebut.

Menurut Gus Hans, kehadiran buku Menembus Batas layak diacungi jempol. Sebab, tandasnya, masih ada anak muda yang mau dan mampu berkreasi di tengah iklim plagiat dan contek sana-sini.

Rasa kagum Gus Hans tak berhenti di situ, setelah menyaksikan Yuda Bagus Prasetya, perwakilan wisudawan yang menyampaikan sambutannya dengan bahasa Inggris, serta penyampaian satu ayat Al Qur’an dari setiap wisudawan kepada orang tuanya.

• Baca: Kritik Sekjen PKB, Gus Hans: Kiai Bukan Objek Taruhan Politik

Prestasi hebat itu membuat Gus Hans mengajak wisudawan jangan sampai minder, karena lulusan madrasah juga bisa berprestasi hebat. “Jangan minder. Apalagi dengan kemampuan kalian seperti ini,” kata alumnus Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogjakarta itu.

“Tinggal bagaimana kalian ‘menjual diri’. Andai bahasa Inggris saya sebagus kalian, mungkin sudah lebih dari 33 negara yang saya kunjungi,” tambah pria yang mengaku telah mengunjungi 22 negara di berbagai benua tersebut.

Gus Hans juga sempat berdialog dengan salah seorang wisudawan, Muhammad Hasan Rio Prakoso. Ditanya Gus Hans kenapa menangis saat menyampaikan ayat Al Quran, “Karena saya meresapi arti ayat yang saya bacakan itu,” kata Hasan.