Sabtu, 21 Mei 2022
Barometer Jatim
Cloud Hosting Indonesia

Gus Hans: Erick Thohir Bukan Tipe Pejabat Etalase, Tak Pamer Penghargaan tapi Profit BUMN Rp 90 T!

Berita Terkait

BUKAN ETALASE: Erick Thohir hadiri Festival Banjari se-Jatim di Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum (Unipdu). | Foto: IST
BUKAN ETALASE: Erick Thohir hadiri Festival Banjari se-Jatim di Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum (Unipdu). | Foto: IST
- Advertisement -

JOMBANG, Barometerjatim.com – Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Queen Al Azhar Darul Ulum Jombang, KH Zahrul Azhar Asumta alias Gus Hans menyebut Menteri BUMN, Erick Thohir bukanlah tipe “pejabat etalase” yang suka pamer penghargaan.

“Beliau bukan tipe orang/pejabat etalase yang suka memamerkan penghargaan. Tapi bukti mengatakan, bahwa sejak Pak Erick Thohir menjadi Menteri BUMN, profit menjadi 90 triliun di 2021,” tandasnya.

Hal itu dikatakan Gus Hans saat menerima kunjungan Erick Thohir sekaligus menghadiri Festival Banjari se-Jatim di Islamic Center Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum (Unipdu), Jumat (8/4/2022) malam.

Selain bukan tipe pejabat etalase, Gus Hans mengaku Erick Thohir adalah inspirasinya. “Beliau adalah inspirasi saya sebagai politisi yang tidak memanfaatkan agama untuk kepentingan politiknya, tapi memanfaatkan politik untuk kepentingan agamanya,” katanya.

Kiai muda yang juga Ketua Gerakan Nasional Anti Narkoba Majelis Ulama Indonesia (GNAN MUI) Jatim itu lantas menayangkan sebuah video acara event internasional.

“Ini contohnya. Ini adalah perhelatan dunia, tapi karena beliau ketua panitianya lagu pertama adalah Assalamu’alaikum. Ini kalau enggak Pak Erick Thohir, enggak akan mungkin terjadi. Saya kebetulan dapat tamu undangan VVIP walaupun belum kenal Pak Erick saat itu. Saya syuting langsung dari kamera saya sendiri,” terangnya.

Contoh lain ketika Gus Hans berkunjung ke sejumlah negara, termasuk Uzbekistan, warga negara di sana tahunya tentang Indonesia adalah Borobudur dan Bali. Tapi Erick Thohir ingin mengenalkan pada dunia, bahwa Indonesia adalah Islam yang rahmatan lil alamin.

“Ini konkret. Artinya, terlalu banyak politisi yang memanfaatkan agama untuk kepentingan politiknya, tapi ketika dia berperan tidak ada manfaatnya buat agama atau wujuduhu ka’adamihi (keberadaannya sama dengan ketiadaannya). Tapi itu tidak terjadi pada pribadi Pak Erick Thohir,” jelasnya.

» Baca berita terkait Pemilu 2024. Baca juga tulisan terukur lainnya Roy Hasibuan.

- Advertisement -
- Advertisement -

Berita Terkait

- Advertisement -

trendnews
Berita Trending Saat Ini

- Advertisement -

BERITA TERKINI

- Advertisement -