Gus Hans Bagi-bagi Oximeter Gratis buat Isoman Covid-19

OXIMETER GRATIS: Gus Hans bagi-bagi oximeter gratis untuk terpapar Covid-19 yang tengah isoman. | Foto: GHFC for Humanity
OXIMETER GRATIS: Gus Hans bagi-bagi oximeter gratis untuk terpapar Covid-19 yang tengah isoman. | Foto: GHFC for Humanity

SURABAYA, Barometerjatim.com – Tokoh muda Nahdlatul Ulama (NU), Zahrul Azhar Asumta alias Gus Hans lewat GHFC for Humanity bagi-bagi ratusan oximeter secara gratis untuk terpapar Covid-19 yang sedang menjalani isolasi mandiri (isoman).

Pembagian oximeter, selain untuk membantu sesama, sekaligus didasari pentingnya alat pengukur kadar saturasi oksigen dalam tubuh dan darah tersebut yang dirasakan Gus Hans selama menjalani isoman.

“Setelah merasakan langsung, saya bisa membayangkan banyak isoman meninggal karena tidak tahu kondisi oksigen dalam tubuhnya, sehingga tidak segera mencari oksigen,” katanya, Jumat (23/7/2021).

Kalaupun sembuh dari Covid-19, dengan saturasi oksigen rendah yang dipertahankan, nanti bisa berdampak pada kesehatan paru-paru. Karena itu, Gus Hans berinisiatif membagi oximeter tersebut kepada para isoman.

“Jadi berangkat dari betapa pentingnya saturasi. Kalau dibiarkan kan berbahaya, tapi kalau tahu saturasi kan bisa diatur kebutuhan oksigen selama menjalani isoman,” katanya.

Cara mendapatkan? “Mudah saja, yang penting ada bukti PCR positif Covid-19, kirimkan via WA, nanti tinggal diambil. Barangnya saya siapkan, prosesnya kondisional. GHFC for Humanity yang menyalurkan,” ucapnya.

Gus Hans juga mengajak elemen masyarakat lain untuk melakukan hal serupa. “Bagi saya pandemi Covid-19 ini adalah lahan untuk mengabdi. Saya berharap ini juga bisa diikuti semuanya,” ujarnya.

“Ini (pembagian oximeter secara gratis) sebagai partisipasi saja. Kalau ada yang mau berpartisipasi monggo, atau silakan berbagi dengan tetangga masing-masing,” sambungnya.

Terkait banyaknya terpapar Covid-19 yang melakukan isoman di rumah masing-masing, menurut Gus Hans, karena saking terpaksanya mengingat fasilitas kesehatan (faskes) tak lagi bisa menampung pasien.

“Namun bagi mereka yang melakukan swab mandiri dan hasilnya positif, sebaiknya tetap melapor RT, RW, biar dibantu,” katanya.

Dalam situasi seperti ini, tandas Gus Hans, partisipasi masyarakat kepada masyarakat sangat penting dan jangan terlalu mengandalkan pemerintah daerah.

“Jangan tergantung pada pemerintah, Wapres (KH Ma’ruf Amin) saja mempertanyakan keseriusan Jatim dalam menangani Covid-19,” kata kiai muda pengasuh Ponpes Queen Al Azhar Darul Ulum Jombang itu.

“Sebaiknya menggalakkan partisipasi masyarakat kepada masyarakat. Andaikan orang mau saling tolong menolong, insyaallah bisa segera diatasi,” tuntasnya.

» Baca Berita Terkait Wabah Corona