Gus Hans: ASN Tak Netral Malah Runtuhkan Suara Paslon

DOWNGRADE SUARA PASLON: Gus Hans, dukungan ASN malah men-downgrade pasangan calon karena mencederai pesta demokrasi. | Foto: IST
DOWNGRADE SUARA PASLON: Gus Hans, dukungan ASN malah men-downgrade pasangan calon karena mencederai pesta demokrasi. | Foto: IST

SURABAYA, Barometerjatim.com – Juru Bicara Khofifah-Emil Dardak, KH Zahrul Azhar As’ad menyayangkan dua pejabat Pemprov Jatim yang diduga tidak netral dalam Pilgub Jatim 2018. Keduanya yakni Asisten II Bidang Ekonomi Pemprov Jatim, Fattah Jasin serta Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kadisnakertrans) Jatim, Setiajid.

“Saya menyayangkan atas beredarnya foto keberpihakan ASN (Aparatur Sipil Negara) kepada paslon tertentu,” kata kiai muda yang akrab disapa Gus Hans tersebut saat dihubungi Barometerjatim.com, Kamis (26/4) malam.

Sikap Gus Hans ini bukan karena kedua pejabat tersebut lebih mendukung pasangan Saifullah Yusuf-Puti Guntur, tapi semata-mata untuk menjaga kontestasi Pilgub Jatim agar berlangsung fair play dan tidak mencederai hajatan demokrasi.

• Baca: Dua Pejabat Pemprov Tak Netral, Gubernur: Tindak Tegas!

“Saya juga berharap tidak ada ASN yang mendemonstratifkan keberpihakannya kepada paslon kita, karena itu mencederai kesepakatan dan komitmen dalam menuju kemenangan yang bermartabat,” tandasnya.

Bagi Pengasuh Pondok Pesantren Queen Al Azhar Darul Ulum Jombang tersebut, ‘akrobat’ dukungan dari ASN yang nyata-nyata mencederai aturan, justru sedang men-downgrade diri sendiri, pasangan calon yang didukung serta pesta demokrasi.

“Kalau elitnya saja seperti itu, bagaimana nanti dengan bawahannya?” katanya.

• Baca: Bawaslu: ASN Pemprov Tak Netral Terancam Pidana Pemilu

Sebelumnya akun Instagram @ahmyamin mengupload foto Fattah Jasin mengacungkan dua jari khas dukungan untuk paslon Cagub-Cawagub nomor urut dua, Saifullah Yusuf-Puti Guntur Soekarno.

Dalam kolom komentar muncul akun instagram @setiajit1961 yang juga berkomentar seakan mendukung. Belakangan setelah ramai diberitakan, postingan tersebut dihapus.

Atas foto tersebut, pihak Bawaslu Jatim menegaskan ASN tidak netral terancam pidana Pemilu. Bawaslu juga akan memanggil pihak-pihak terkait.