Gus Hans: ‘Alergi’ Debat! Berarti Ragu dengan Paslonnya

UNJUK KEMAMPUAN LEWAT DEBAT: Jubir Khofifah-Emil, Gus Hans, debat pentas untuk menunukkan siapa yang pantas memimpin Jatim. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HASIBUAN
UNJUK KEMAMPUAN LEWAT DEBAT: Jubir Khofifah-Emil, Gus Hans, debat pentas untuk menunukkan siapa yang pantas memimpin Jatim. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HASIBUAN

SURABAYA, Barometerjatim.com – Debat publik Pilgub Jatim 2018 memang dinantikan. Terlebih faktor yang memengaruhi pilihan masyarakat, tidak lagi bisa mengandalkan aspek sosiologis dan psikologis tetapi juga rasional.

Faktanya! 24 persen masyarakat, dari hasil Survei Surabaya Survey Center (SSC) periode April 2018, menunjukkan mereka memilih atas dasar visi-misi dan program yang ditawarkan paslon. Baru disusul kinerja dan karya nyata (21,1 persen).

Dengan demikian, debat merupakan cara cerdas dari KPU Jatim untuk memberikan solusi kepada masyarakat agar tahu siapa yang pantas untuk memimpin provinsi ini.

• Baca: ‘Biangnya’ Data, Khofifah-Emil Bakal Kuasai Debat Kedua

“Karena itu kalau ada yang menyebut debat publik tidak penting, bisa jadi dia sedang ragu dengan paslon yang didukungnya,” kata Juru Bicara Tim Pemenangan Khofifah-Emil, KH Zahrul Azhar As’ad, Selasa (8/5).

Memang, belakangan berhembus isu agar publik tidak perlu menonton debat publik karena disebutnya tidak penting. Padahal hasil survei SSC menunjukkan 60,6 persen publik Jatim menonton debat pertama, dan hanya 39,4 yang tidak menonton.

Dari jumlah itu 33,8 persen menonton lewat televisi, share by media sosial (12,5), Youtube (11,8 persen) dan 2,5 persen lewat portal media online.

• Baca: Debat Kedua, Khofifah-Emil Lebih Mumpuni soal Ekonomi

“Saya sarankan masyarakat Jatim, siapa saja, saksikan debat resmi malam nanti. Silakan pilih, silakan analisa, siapa yang pantas untuk memimpin dan menjadi orang nomor satu di Jatim ini,” tambahnya.

Sementara terkait tema ekonomi pembangunan yang akan banyak bicara data dan angka, kiai muda yang akrab disapa Gus Hans itu menegaskan tidak perlu diragukan lagi soal kemampuan Khofifah-Emil Dardak di bidang itu.

DEBAT PUBLIK DINANTI: Mayoritas masyarakat Jawa Timur menonton debat publik perdana Pilgub Jatim 2018. | Grafis: Captures Survei SSC
DEBAT PUBLIK DINANTI: Mayoritas masyarakat Jawa Timur menonton debat publik perdana Pilgub Jatim 2018. | Grafis: Captures Survei SSC

Khofifah, misalnya, pernah ‘melalang lintang’ di Komisi VI DPR RI dan seterusnya, serta kualitasnya diakui di level internasional. Begitu pula Emil Dardak, selain sukses dalam pembangunan di Trenggalek juga konsultan infrastuktur level internasional.

“Sehingga tidak perlu persiapan atau pelatihan khusus. Forum ini hanya menyampaikan dari apa yang beliau ketahui, sama sekali tidak mempengaruhi jadwal untuk bertemu masyarakat kendati malamnya debat,” katanya.

• Baca: Gus Hans: ASN Tak Netral Malah Runtuhkan Suara Paslon

Bagaimana dengan antisipasi ‘serangan lawan’ di luar topik debat? “Kalau antisipasi pihak lain kan enggak mungkin, justru antisipasi dari kesiapan masyarakat dalam menghadapi overlapping topik,” ucapnya.

Pengalihan topik, tandas Gus Hans, bisa jadi sengaja dimunculkan untuk mengalihkan kelemahan paslon di panggung debat.

“Makanya siap-siap saja masyarakat melihat isu-isu yang tidak nyambung dengan kondisi yang ada, dan ya.. anggap saja hiburan di panggung debat,” kata Pengasuh Pondok Pesantren Queen Al Azhar Darul Ulum Jombang itu.