Gus Fahrur Polisikan Kiai Asep, Khofifah: Saya Khawatir Kualat

SILATURAHIM ULAMA SE-JATIM : Cagub Khofifah bersama Susilo Bambang Yudhoyono usai silaturahim dengan alim ulama se-Jatim di Malang, Selasa (19/6). | Foto: Hasil Survei CSIS
SILATURAHIM ULAMA SE-JATIM : Cagub Khofifah bersama Susilo Bambang Yudhoyono usai silaturahim dengan alim ulama se-Jatim di Malang, Selasa (19/6). | Barometerjatim.com/NATHA LINTANG

MALANG, Barometerjatim.com – Cagub Jatim nomor urut satu, Khofifah Indar Parawansa menilai lucu ada ‘santri’ maupun sejumlah orang yang mengaku kiai kampung mempolisikan pengasuh Ponpes Amanatul Ummah, KH Asep Saifuddin Chalim terkait perbedaan pilihan di Pilgub Jatim 2018.

“Ya, inilah proses demokrasi, santri melaporkan kiai, kan lucu itu, hehe..,” katanya usai menghadiri silaturahim dan halal bi halal alim ulama se-Jatim dengan Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Malang, Selasa (19/8).

Lucu yang dimaksud Khofifah, di satu sisi santri harus taat pada kiai, tapi di sisi lain malah melaporkan kiai ke polisi. “Lho saya khawatir kualat saja santri yang melaporkan itu,” tandasnya, sambil mengulang kalimat kualat.

• Baca: Polisikan Kiai, Pengaderan Jampi di PMII Dinilai Tak Tuntas

Sebelumnya, Senin (18/6), sejumlah orang mengatasnamakan kiai kampung yang dipimpin Gus Fahrur Rozie melaporkan Kiai Asep terkait fatwa fardhu ‘ain memilih pasangan Khofifah-Emil Dardak di Pilgub Jatim.

Selain ke Polda Jatim, Fahrur dkk juga melaporkan Kiai Asep ke Bawaslu Jatim. Namun laporannya ke Bawaslu dianggap kurang lengkap sehingga diminta untuk memperbaiki.

Tak hanya Fahrur Rozie dkk, Rabu (13/6), langkah serupa juga dilakukan Jaringan Alumni Muda Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (Jampi).

Karuan saja langkah mempolisikan kiai ini mendapat kecaman dari banyak pihak. Mulai kader PMII hingga alumni Ponpes Amanatul Ummah.

• Baca: Alumni Amanatul Ummah: Jampi Harus Tata Kembali Akhlaknya

“Sama sekali tidak mencerminkan kader PMII yang tuntas kaderisasi formalnya di PMII, karena PMII mengajarkan kita tawadhu terhadap kiai,” kata Koordinator Daerah (Korda) Jaringan Santri Nusantara sekaligus kader PMII Kota Malang, Lutfi Kamaludin.

Sedangkan Ketua Umum Pengurus Besar Himpunan Alumni Amanatul Ummah (PB Himah), J Nabiel Aha Putra menyebut, “Sebagai jaringan alumni PMII, seharusnya mereka tahu dan sadar bahwa yang mereka laporkan adalah seorang kiai khos.”

“Beliau juga Ketua Umum Persatuan Guru NU (Pergunu) yang identik mempunyai kekeramatan, sehingga bisa saja berbalik menghancurkan Jampi,” tambahnya.