Senin, 23 Mei 2022
Barometer Jatim
Cloud Hosting Indonesia

Gempar Kiai Tampar Banser, Gus Salam: Itu Rasa Cinta, Jangan Diasumsikan Macam-macam!

Berita Terkait

RASA CINTA: Gus Salam, kiai tampar Banser menunjukkan rasa cinta yang sebenarnya. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
RASA CINTA: Gus Salam, kiai tampar Banser menunjukkan rasa cinta yang sebenarnya. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
- Advertisement -

SURABAYA, Barometerjatim.com – Gempar video kiai menampar seorang anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) direspons Wakil Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jatim, KH Abdussalam Sokhib alias Gus Salam.

Menurutnya, apa yang dilakukan kiai tersebut adalah hal yang wajar karena Banser memang pengawal kiai. Sama halnya dengan kiai yang menjewer santrinya.

“Itu malah menunjukkan rasa cinta, rasa sayang yang sebenarnya,” kata Gus Salam usai menghadiri Silaturahim & Buka Bersama Forkopimda Jatim dan PCNU se-Jatim di kantor PWNU Jatim, Minggu (24/4/2022).

“Jadi menurut saya suatu hal yang wajar dan malah kita harus berterima kasih, masih banyak kiai yang perhatiannya luar biasa kepada Banser sebagai santrinya,” tandasnya.

Sebelumnya, viral video berdurasi 29 detik memperlihatkan Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Daarul Rahman Jakarta kelahiran Sampang, Madura, KH Syukron Ma’mun menampar seorang anggota Banser.

“Menjaga kiai, mestinya kamu di rumah saya itu tiap diperintah menjaga saya Banser ini. Tapi akhirnya Banser, kiainya tidak dijaga gereja yang dijaga,” kata Kiai Syukron disertai tamparan kepada anggota Banser tersebut: Plak!

Soal pernyataan Kiai Syukron yang menyebut “kiainya tidak dijaga gereja yang dijaga”, menurut Gus Salam, apapun pernyataan kiai harus dijadikan introspeksi.

“Artinya bagi Banser juga dibuat introspeksi, apakah dawuh kiai itu memang fakta. Kalau fakta, maka tentu ada hasil perbaikan,” kata Gus Salam yang juga pengasuh Ponpes Mamba’ul Ma’arif Denanyar Jombang.

“Jangan menjadikan dawuhnya kiai sebagai suatu yang kita asumsikan macam-macam, tapi kita terima dengan lapangan dada sebagai nasihat orang tua kepada anaknya atau kiai kepada santrinya,” sambungnya.

Lagi pula, jelas Gus Salam, Banser masih dalam treknya yakni menjaga kiai. Kalaupun menjaga gereja, niatnya adalah menjaga Indonesia.

“Seperti yang didawuhkan oleh Gus Dur, bahwa kita menjaga Indonesia agar aman, sentosa, nyaman, dan rakyat merasa terayomi,” tuntasnya.

» Baca berita terkait Banser. Baca juga tulisan terukur lainnya Roy Hasibuan.

- Advertisement -
- Advertisement -

Berita Terkait

- Advertisement -

trendnews
Berita Trending Saat Ini

- Advertisement -

BERITA TERKINI

- Advertisement -