Gelar Workshop, Hamid Nabhan Tularkan Melukis Impresionis

LUKISAN IMPRESIONIS: Hamid Nabhan dan sejumlah pelukis peserta workshop melukis impresionis. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
LUKISAN IMPRESIONIS: Hamid Nabhan dan sejumlah pelukis peserta workshop melukis impresionis. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS

SURABAYA, Barometerjatim.com – Tak hanya memajang karya lukis. Pameran lukisan bertajuk Mir4culous Trust di Surabaya Suites Hotel juga diwarnai aneka kegiatan. Termasuk Workshop Melukis Impresionis yang digelar perupa Hamid Nabhan.

Menariknya, para seniman yang tergabung dalam workshop kali ini semuanya wanita. “Ada 11 pelukis di Surabaya, ada juga yang dari Sidoarjo. Mereka juga ingin tahu apa sih impres (impresionis) itu sebetulnya,” katanya, Jumat (26/3/2021).

Menurut Hamid, impresionis adalah satu aliran dalam seni rupa yang meniadakan detail. “Istilahnya kita tidak usah melukis secara detail, tapi coretan itu kita wakili hanya satuan saja,” ujarnya.

“Impres itu kan kesan. Kita mewakili kesan pada objek yang dipantulkan matahari. Jadi enggak perlu, kalau orang Jawa bilang miji-miji, tapi satu goresan bisa mewakili objek tersebut. Itulah impres,” sambungnya.

Terlebih di era sekarang, orang tidak perlu lagi melukis secara foto, meski aliran seperti itu tetap ada. “Tapi kebanyakan orang minta lukisan yang meledak-ledak. Jadi blastup-nya kelihatan banget, coretan dan sebagainya,” paparnya.

Dibandingan dengan aliran lukis lainnya, lanjut Hamid, impresionis sejatinya lebih sulit. Ibarat lagu, impresionis bisa mengubah irama keroncong menjadi jazz, rock, pop, dan sebagainya.

“Jadi impres itu salah satu aliran dalam melukis. Dalam melukis ada juga aliran realis, kubisme, impresionis, pop art, dan sebagainya, kan hampir sama dengan musik,” kata Hamid.

“Kalau melukis diibaratkan musik ya seperti lukisan itu. Tapi kita masih memakai hukum-hukum yang ada di dalam ilmu seni rupa, seperti komposisi dan keseimbangan,” tandasnya.

Apakah bisa seorang pelukis yang berkarakter realis, misalnya, melompat ke impresionis?

“Bisa, sah-sah saja. Tapi memang lompatannya impres itu ya dari realis. Kalau pelukis realis belum tentu dia mahir impres, tapi kalau impres pasti dia bisa realis, karena dasarnya impres ya realis,” katanya.

Dulu, papar Hamid, orang melukis masih secara miji-miji. Kemudian keluar dari pekem yang diajarkan di universitas-universitas, sehingga melompat menjadi  melukis impres. Cara melukisnya pun outdoor painting karena yang ditangkap adalah sinar matahari ke objek.

“Kita bisa melihat misalnya tanaman itu hijau bentuknya seperti ini karena adanya matahari, maka impres itu dibilang light painting, lukisan cahaya,” jelasnya.

Impresionis Ada Tingkatan

TOKOH IMPRESIONIS: Hamid Nabhan dan lukisan impresionis karyanya yang dipajang dalam pemeran. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
TOKOH IMPRESIONIS: Hamid Nabhan dan lukisan impresionis karyanya yang dipajang dalam pemeran. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS

Terkait workshop ini, Hamid menegaskan ingin berbagi pengalaman dengan perupa lainnya. “Kita saling berbagi pengalaman, menularkan ilmu kepada teman-teman pelukis-pelukis ini,” ucapnya.

Hamid sendiri bisa dibilang salah satu tokoh pelukis beraliran impresionis. Karyanya lahir lewat buku-buku seni rupa hingga pameran yang digelar setiap tahun.

“Sebetulnya sih di Surabaya sendiri memang jarang sekali melukis impres, maka itu saya rangsang untuk mengikuti atau belajar melukis impres itu,” tandasnya.

Karena itu, dalam workshop kali ini diajarkan secara berurutan, karena  melukis impresionis ada tingkatannya. “Setelah dasar nanti ada pemantapan, pengembangan. Jadi kita dasar-dasarnya dulu, apa sih impres itu, bgmn sejarahnya,” katanya.

Sementara Esti Ardian, pelukis yang hadir sebagai salah satu peserta mengaku antusias mengikuti workshop melukis impresionis.

“Tentu saja acara ini sangat bermanfaat buat kami, karena walaupun sama-sama pelukis, kita kan punya ciri dan ikon yang beda. Mas Hamid ini memang impresionis yang bagus dan ketika saya ditawari, itu senang sekali,” katanya.

“Kalau pelukis memang seharusnya realis dulu, jadi harus bisa,” imbuh tuntas Esti yang berkarakter realis dan saat ini move on menuju impresionis.

TAK HARUS DETAIL: Salah satu lukisan yang dipamerkan dalam workshop melukis impresionis. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
TAK HARUS DETAIL: Salah satu lukisan yang dipamerkan dalam workshop melukis impresionis. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS

» Baca Berita Terkait Ekonomi Bisnis