Gelar “Ibu PKH” Khofifah Disoal, PAN: Jangan Suka Nyinyir!

JANGAN SUKA NYINYIR: Agus Maimun, jangan nyinyir melihat sosok berhasil yang diapresiasi lewat penghargaan. | Foto: Barometerjatim.com/RADITYA DP
JANGAN SUKA NYINYIR: Agus Maimun, jangan nyinyir melihat sosok berhasil yang diapresiasi lewat penghargaan. | Foto: Barometerjatim.com/RADITYA DP

SURABAYA, Barometerjatim.com – Bendahara DPW PAN Jatim, Agus Maimun angkat bicara terkait pihak tertentu yang menyoal gelar “Ibu PKH” untuk mantan Menteri Sosial, Khofifah Indar Parawansa dari para pendamping Program Keluarga Harapan (PKH).

Bagi Agus, adalah hal yang wajar bila ada kelompok yang memberikan penghargaan kepada sosok yang dianggap berhasil dan berlaku bagi siapa saja, termasuk Khofifah. Karena itu jangan suka nyinyir melihat keberhasilan seseorang.

“Saya kira masalah ini tidak perlu diperbincangkan, biasa kalau ada yang nyinyir menanggapinya,” kata politikus yang juga ketua Fraksi PAN di DPRD Jatim itu, Rabu (31/1).

• Baca: Khofifah Disudutkan, Pendamping PKH Tepis Tuduhan

“Yang pasti dari statement Korwil KPH, jelas jika pertemuan tersebut tidak pernah diagendakan. Mereka cuma minta masukan guna pembuatan program PKH 2018.”

Lebih dari itu, menurut Agus, tidak ada pembahasan lain, apalagi sampai memobilisir massa untuk mendukung Khofifah. “Aneh! Wong belum ada penetapan (Cagub Jatim) kok Bu Khofifah sudah dituding seperti itu,” tandasnya.

Selebihnya, Agus Menilai, serangan terhadap Khofifah dalam kegiatan PKH di Trawas, Mojokerto, tak lebih dari bentuk kepanikan pihak tertentu terkait Pilgub Jatim 2018.

• Baca: 3 Tahun Jabat Mensos, Harta Khofifah Turun Rp 12,8 Miliar

Sebelumnya, kehadiran Khofifah di acara rapat koordinasi pendamping PKH se-Jatim di Trawas dipersoalkan pihak tertentu. Lebih-lebih Khofifah dianugerahi gelar kehormatan sebagai “Ibu PKH”. Jerat tuduhan pun dipasang: Ada dugaan mobilisasi dukungan di Pilgub Jatim 2018.

Namun Korwil Pendamping PKH Jatim II, Arik Dwi Prasetyo langsung menepis tudukan tersebut. “Kami yang mengundang beliau karena kami yang butuh. Itu murni inisiatif PKH se-Jatim untuk bersilaturahim dengan Bu Khofifah, karena beliau gencar menggerakkan PKH saat menjabat Mensos,” katanya.

Kalau urusan dukung mendukung, tambah Arik, “Kami menyerahkan sepenuhnya ke masing-masing pendamping KPH. Lagi pula dalam kegiatan kemarin tak ada ucapan selamat datang bagi Cagub Jatim Khofifah. Kami minta bukti kalau ada mobilisasi dukungan, jangan asal menuduh!”