Gawat! 22 Pekerja Migran Pulang ke Jatim Positif Covid-19

SIAP SIAGA: Kesiapan dokter, perawat, dan relawan RSLKI dalam tangani pekerja migran yang positif Covid-19. | Foto: Barometerjatim.com/IST
SIAP SIAGA: Kesiapan dokter, perawat, dan relawan RSLKI dalam tangani pekerja migran yang positif Covid-19. | Foto: Barometerjatim.com/IST

SURABAYA, Barometerjatim.com – Gawat! Di tengah larangan mudik lebaran untuk memutus penyebaran Covid-9, 22 Pekerja Migran Indonesia (PMI) dari 2.000 yang pulang ke Jatim dalam beberapa tahap awal justru kedapatan terpapar virus mematikan tersebut.

“Seminggu lalu ya, dari 2.000 yang datang ada 22 yang positif,” ungkap Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa kepada wartawan usai penyerahan apresiasi kepada hafidz dan hafidzoh di Masjid Al Akbar Surabaya, Sabtu (1/5/2021).

Menurut Khofifah, rencananya total ada 14.000 PMI yang pulang ke Jatim secara bertahap karena kontrak kerjanya habis. Begitu tiba di Bandara Juanda mereka langsung dibawa ke Asrama Haji Surabaya untuk dikarantina.

“Karantinanya disatukan di Asrama Haji. Kalau ada yang positif, maka dikirim di Rumah Sakit Darurat Lapangan Indrapura. Pokoknya semua dibawa ke Rumah Sakit Haji, lalu di-swab PCR,” kata Khofifah.

“Kalau mereka negatif, tunggu lima hari, kemudian mereka diantarkan ke pendopo masing-masing kabupaten/kota dari mana mereka berasal,” tandasnya.

Sebelumnya, Khofifah menegaskan, 14.000 PMI dari berbagai negara yang pulang ke Jatim tersebut bukan mudik, tapi karena kontrak kerjanya sudah habis. Angka ini lebih tinggi dibandingkan dengan tahun lalu sebanyak 2.100 PMI.

Sementara itu Penanggung Jawab Rumah Sakit Lapangan Kogabwilhan II Indrapura (RSLKI), Laksamana Pertama dr I Dewa Gede Nalendra Djaya Iswara menyatakan hingga kini pihaknya baru merawat dua PMI yang positif Covid-19.

“Yang satu datang sudah hampir 10 hari, yang satu baru kemarin (Jumat, 30/4/2021). Belum ada konfirmasi yang  positif lagi,” kata Nalendra.

Sedangkan terkait peran RSLKI dalam penanganan tersebut, berbagai persiapan dan antisipasi sudah dilakukan. Nalendra menyatakan, pihaknya juga mempunyai pengalaman dalam menangani pasien Covid-19 yang berasal dari luar negeri.

“Secara keseluruhan, RSLKI khususnya dalam penanganan Covid-19 pada pekerja migran yang akan masuk di Jatim sudah sangat siap,” kata Nalendra.

Termasuk ruangan penanganan khusus yang sudah disiapkan dengan kapasitas hingga 400 orang. Selain itu, mempersiapkan dokter dan paramedis sesuai prokes yang ketat dan terukur.

Tak hanya itu, guna mengantisipasi adanya varian baru Covid-19 yang muncul, tim peneliti telah disiapkan untuk memantau perkembangannya. Isolasi dan pelaksanaan SOP ketat terus diupayakan untuk mencegah penyebaran Covid-19 ke luar RSLKI.

» Baca Berita Terkait Wabah Corona