Gara-gara Meme Liar! Plt Bupati Sidoarjo Dipanggil Bawaslu

GARA-GARA MEME LIAR: Nur Ahmad Syaifuddin memenuhi undangan Bawaslu Sidoarjo untuk klarifikasi. | Foto: IST
GARA-GARA MEME LIAR: Nur Ahmad Syaifuddin memenuhi undangan Bawaslu Sidoarjo untuk klarifikasi. | Foto: IST

SIDOARJO, Barometerjatim.com – Contoh yang baik diberikan Plt Bupati Sidoarjo, Nur Ahmad Syaifuddin dan anggota Komisi D DPRD Sidoarjo, Mimik Idayana.

Keduanya memenuhi undangan Bawaslu Sidoarjo, untuk dimintai keterangan terkait meme liar bergambar keduanya bernuansa maju di Pilbup 2020 disertai logo Pemkab yang beredar di media sosial.

“Memenuhi undangan, klarifikasi terkait gambar saya yang beredar di medsos,” terang Nur Ahmad Syaifuddin yang akrab disapa Cak Nur tersebut kepada wartawan di kantor Bawaslu Sidoarjo, Jumat (7/2/2020).

Soal meme yang beredar, Cak Nur mengaku tidak tahu siapa yang membuat gambar dirinya bersama Mimik disertai logo Pemkab Sidoarjo. Namun dia tetap berterima kasih karena dimintai klarifikasi.

“Meskipun itu yang buat bukan saya, kita harus hati-hati. Siapapun yang dapat undangan klarifikasi harus hadir, agar tidak terjadi kesalahpahaman,” tegasnya.

Lagi pula, ada yang janggal dalam meme tersebut, karena penulisan nama Nur Ahmad Syaifuddin tidak tepat. “Tertulis Nur Ahmad Syaifudin, jadi huruf d kurang satu,” ucapnya.

Hal senada disampaikan Mimik. “Daftar (Cabup/Cawabup) saja belum, punya tim juga belum, terkait gambar tersebut saya tidak tahu sama sekali,” ucapnya.

Namun sebagai pejabat publik, tegasnya, dia harus memberikan contoh kepada masyarakat untuk taat aturan dengan menghadiri undangan klarifikasi Bawaslu.

Telusuri Akun Pengunggah

SIAPA YANG BIKIN?: Agung Nugraha, menunjukkan meme liar bergambar Cak Nur dan Mimik Idayana. | Foto: IST
SIAPA YANG BIKIN?: Agung Nugraha, menunjukkan meme liar bergambar Cak Nur dan Mimik Idayana. | Foto: IST

Sementara Komisioner Bawaslu Sidoarjo, Agung Nugraha mengatakan, undangan ini terkait temuan Bawaslu soal gambar keduanya yang di dalamnya terpampang logo Pemkab Sidoarjo.

“Lambang Pemkab tidak boleh dicantumkan (terkait Pilkada), dan ini merupakan pelanggaran,” ujar Agung. “Itu sesuai PP Nomor 77 Tahun 2017 tentang penggunaan lambang daerah.”

Ditanya dari mana Bawaslu mendapat meme tersebut, Agung menyebut ada di media sosial yang diunggah Deltamilenia dan tersebar di beberapa grup WA.

“Sementara ini kita sudah minta klarifikasi yang bersangkutan. Selanjutnya kami masih dalami akun yang mengunggah gambar tersebut,” tandas Agung.

» Baca Berita Terkait Pilbup Sidoarjo