Gara-gara Dicecer Soal Kabil, Halim Salah Masuk Mobil

TAK TAHU KEBERADAAN KABIL: Abdul Halim Iskandar, mengaku bisa hubungi Kabil Mubarok tapi bersikukuh tak tahu keberadaannya. | Foto: Barometerjatim.com/ABDILLAH HR

SURABAYA, Barometerjatim.com – Ada kejadian menggelitik saat Ketua DPW PKB Jatim, Abdul Halim Iskandar mencoba menghindari wartawan yang mencecernya terkait keberadaan Kabil Mubarok, politikus PKB yang mendadak hilang pasca rumahnya digeledah KPK.

Halim yang hadir di kantor DPD I Golkar Jatim di Jl A Yani Surabaya, Kamis (8/6), meski agak ogah-ogahan ditemui wartawan masih sempat menjawab pertanyaan terkait keberadaan Kabil. Namun terus-terusan dicecar, ketua DPRD Jatim ini memilih bergegas menuju mobilnya.

Tapi lacur. Entah karena terburu-buru, Halim pun salah masuk mobil milik Sekretaris DPW PKB Jatim, Badrut Tamam yang bertipe sama, Toyota Alphard warna hitam. Karuan saja kejadian itu membuat sejumlah orang yang hadir tersenyum.

Sebelum momen ‘salah masuk mobil’, Halim mengaku masih bisa menghubungi Kabil meski bersikukuh tak tahu keberadaannya. “Saya bisa (kontak), nggak ada masalah. Posisinya dimana, saya nggak pernah tanya, itu kan privasi orang, nggak harus ditanya dimana. Terakhir kontak pagi tadi dan sore tadi,” tukasnya.

Ditanya apakah ada perintah dari partai agar Kabil menyerahkan diri ke KPK, Halim menegaskan tidak ada perintah tersebut. “Nggak ada, mekanismenya saja diikuti,” tegasnya.

Halim menuturkan, sebagai ketua DPW PKB Jatim dia masih menunggu proses hukum yang dilakukan KPK. “Kami hormati proses hukum, kami ikuti proses hukum. Nggak bagaimana-bagaimana​, mekanismenya, semua mekanisme pasti diikuti gitu saja. Ya kami lihat, kan mekanisme masih jalan,” tandasnya.

Kabil yang kini anggota Komisi E DPRD Jatim mulai sulit dihubungi sejak KPK melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) , penggeledaan dan penyegelan dua ruangan di DPRD Jatim serta beberapa dinas mitra kerja Komisi B.

Sementara KPK dalam rilisnya menyebut ada mantan pimpinan Komisi B yang sudah pindah komisi diduga ikut berperan bersama Ketua Komisi B DPRD Jatim, Moch Basuki menerima suap dari sejumlah dinas mitra kerjanya.

Ruang pribadi Kabil di DPRD Jatim dan rumah pribadinya di Pondok Jati Sidoarjo juga telah digeledah petugas KPK pada Rabu (7/6). Dalam penggeledahan, KPK menemukan dua brankas di dalam rumah dan langsung disegel.