Gali Potensi Mataraman, Emil Gagas Kawasan Selingkar Wilis

SELINGKAR WILIS: Cagub Jatim, Emil Dardak memperkenalkan konsep pengembangan wilayah Mataraman yang diberi nama Kawasan Selingkar Wilis. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HASIBUAN
SELINGKAR WILIS: Cagub Jatim, Emil Dardak memperkenalkan konsep pengembangan wilayah Mataraman yang diberi nama Kawasan Selingkar Wilis. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HASIBUAN

MAGETAN, Barometerjatim.com – Kepakaran Emil Elestianto Dardak dalam studi pengembangan dan pembangunan wilayah memang tak diragukan lagi. Ini yang membuat Cawagub Jatim pendamping Khofifah Indar Parawansa itu selalu punya gagasan brilian untuk memajukan sejumlah kawasan di Jawa Timur.

Kali ini, doktor lulusan universitas ternama di Jepang tersebut memperkenalkan konsep pengembangan wilayah Mataraman: Kawasan Selingkar Wilis. Program ini konsep pengembangan dan pembangunan terpadu bagi daerah yang masuk dalam gugusan Mataraman. Mulai Kediri, Ponorogo, Nganjuk, Madiun, Magetan hingga Ngawi.

”Sebuah daerah tidak bisa maju kalau bergerak sendiri-sendiri. Harus bersama-sama, berbagi peran untuk memajukan kawasan dengan konsep yang kita beri nama Selingkar Wilis,” ujarnya di sela konsolidasi politik dengan sejumlah warga dan pengurus Partai Golkar di Magetan, Rabu (1/3).

• Baca: Alat Pertanian Dibanjiri Produk China, Emil Siapkan Proteksi

Dalam safari politik ke Magetan kali ini, Emil didampingi sejumlah tokoh Partai Beringin, di antaranya Calon Bupati Magetan Gus Amik dan anggota DPR RI Gatot Sudjito.

Selain Selingkar Wilis, khusus pengembangan potensi lokal di Magetan, Emil menyebut banyak kawasan yang bisa dikembangkan menjadi sentra pengembangan dengan produk yang lebih bersaing dan berkualitas.

”Di Plaosan saya dengar ada pasar sayur yang baik. Inilah potensi-potensi yang saya lihat masih sangat bagus. Apalagi bila ini bisa masuk ke arah organik, tentunya bisa masuk ke pangsa premium,” jelasnya.

• Baca: Beber Program, Emil Cangkrukan Bareng ‘Warga Milenial’ Gresik

Ke depan, lanjut Emil, dengan potensi berupa bonus geografis yang dimiliki masyarakat di kaki gunung ini maka banyak hal yang bisa dikembangkan lagi.

”Industri ekstrak besar bisa dikembangkan dengan potensi-potensi teknologi, seperti nano teknologi bisa membuat ekstrak-ekstrak herbal yang memiliki presisi tinggi untuk mendukung industri farmasi masa depan yang sangat potensial,” paparnya.

Lalu di Sarangan, selain pengembangan berwisata juga bisa dimanfaatkan untuk agro dan teknologi manufaktur yang turunannya bisa difungsikan mendorong idustri farmasi untuk kebutuhan medis.

Beragam Gagasan

Sebelumnya, Emil juga getol memperkenalkan kawasan pengembangan pesisir selatan Jawa Timur dengan konsep Pelabuhan Perintis Nusantara. Beberapa daerah terutama kawasan selatan seperti Trenggalek, Pacitan, Tulungagung, Blitar, Malang hingga Banyuwangi masuk dalam lanskap program unggulan ini.

Bupati Trenggalek non aktif ini bahkan menjadi motor utama dalam program printisan Poros Maritim Nasional bersama sejumlah kepala daerah di Yogjakarta, Jawa Tengah hingga Jawa Barat.

Usai melakukan konsolidasi, Emil beserta rombongan juga menyempatkan diri singgah ke Ponpes lagendaris, yakni Pesantren Sabilul Muttaqin (PSM). Di tempat ini, kehadiran suami Arumi Bachsin itu disambut hangat keluarga Ponpes dan santri.