Gagal Gelar Konferwil Gus Abid Masuk Karteker, Ini Drama Apa?

KONFERWIL ANSOR JATIM: Ja’far Sodik, bakal calon ketua Ansor masuk karteker. Ini drama apa? | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
KONFERWIL ANSOR JATIM: Ja’far Sodik, bakal calon ketua Ansor masuk karteker. Ini drama apa? | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS

SURABAYA, Barometerjatim.com – Ketua PC GP Ansor Kota Batu, M Ja’far Sodik kembali melontarkan kritik tajam dan konstruktif terkait proses Konferwil PW GP Ansor Jatim, terutama poin untuk pemilihan ketua.

Menurutnya, tidak elok ada kandidat ketua yang masuk kepengurusan karteker karena bisa mempengaruhi hasil akreditasi terhadap Pimpinan Cabang (PC) dan Pimpinan Anak Cabang (PAC) selaku pemilik suara.

Kandidat yang dimaksud Ja’far yakni Moh Abid Umar Faruq. Apalagi sosok yang akrab disapa Gus Abid itu dinilai gagal menggelar Konferwil saat ditunjuk Pimpinan Pusat (PP) sebagai ketua Ansor Jatim.

Apakah dalam PO PD/PRT Ansor ada aturan yang melarang anggota karteker maju pencalonan ketua?

“Memang tidak ada, tapi ini kan kepengurusan darurat. Mohon maaf ya, Gus Abid kemarin kan ketua penunjukan, yang kemudian dianggap ‘gagal’ untuk melaksankan Konferwil,” katanya pada Barometerjatim.com di Surabaya, Minggu (14/7/2019).

“Ketika dianggap gagal menggelar Konferwil kemudian sekarang dimaksukkan lagi ke dalam kepengurusan, kan menjadi sesuatu yang aneh. Orang yang sudah dianggap gagal tapi dimasukkan ke dalam kepengurusan karteker. Kan aneh!” paparnya.

Ja’far menandaskan, kritik yang disampaikannya ini lebih pada soal etis, bukan terkait perdebatan pilihan. “Saya menghormati betul Gus Abid selaku bakal calon, karena secara pencalonan dari sisi penjenjangan syarat prasyarat insyaallah sudah memenuhi,” jabarnya.

“Kalau soal pilihan kan belum tentu, bisa saja saya menjatuhkan pilihan pada beliau atau yang lain, kan bisa saja. Tapi kita bangun proses ini secara dinamis, secara fair yang kita harapkan itu. Ini sebagai kritik otokritik saja,” sambungnya.

Apalagi karteker akan mengeluarkan akreditasi, produk hukum yang sifatnya strategis karena terkait hak dan jumlah suara PC dan PAC dalam memilih calon ketua di Konferwil.

Ja’far menjabarkan, dalam kepengurusan setiap jenjangnya, ada grade PC dan PAC. Jika hasil akreditasinya meraih nilai A, maka akan mendapatkan hak suara 2. Kalau B hanya 1, sedangkan C harus mengulang alias tidak dapat suara.

“Tapi hari ini ada proses akreditasi itu dilakukan oleh karteker, yang di dalamnya ada bakal calon. Ini drama apa gitu lho? Kan menjadi aneh!” tegasnya.

Sedangkan nilai akan dikeluarkan dari hasil akreditasi, walupun dalam rapat dengan Konferwil beberapa waktu lalu, sudah ada penyikapan soal akreditasi dari PC dan PAC.

“Tetapi kan tetap, ketika rapat ada bahasa kalau menurut kami itu adalah verifikasi, yang (harusnya) mengacu pada hasil akreditasi di bulan-bulan sebelumnya atau dilakukan dalam kepengurusan sebelumnya, tetapi tetap ditolak,” ungkapnya.

“Artinya karteker tetap menggunakan proses ini bukan proses verifikasi tapi akreditasi, sehingga akan memunculkan nilai A, B dan C,” jelas Ja’far yang juga sekretaris LBH Ansor Jatim.

Timbulkan Kecurigaan

Berarti Gus Abid bisa memberikan penilaian akreditasi terhadap PC dan PAC karena masuk karteker? “Tidak secara pribadi tentu, itu kan pleno,” tukasnya.

“Tapi kita kan enggak tahu nanti prosesnya bagaimana penilaian itu. Entah ada perdebatan, pesan-pesan tertentu atau bagaimana, ini menjadi kecurigaan-kecurigaan yang tidak baik,” jelasnya.

Beda kalau misalnya dari awal Gus Abid menyatakan mundur setelah ditunjuk masuk karteker Ansor Jatim, atau tidak ikut terlibat langsung dalam proses itu, maka hal itu bisa berjalan lebih fair.

“(Kalau mundur) itu luar biasa bagi saya. Gus Abid akan menjadi nilai tersediri, plus gitu lho, sekaligus memberikan proses pembelajaran yang dewasa dalam berorganisasi dan sebagainya,” tuntasnya.

» Baca Berita Terkait Ansor Jatim, Konferwil