Gaduh Bansos di Tuban, DPD: Cek Ulang Data Penerima BPNT!

TAK PUNYA BERAS: Darwati, tak kuasa menahan air mata setelah namanya dicoret dari daftar BPNT. | Foto: Barometerjatim.com/IST
TAK PUNYA BERAS: Darwati, tak kuasa menahan air mata setelah namanya dicoret dari daftar BPNT. | Foto: Barometerjatim.com/IST

JAKARTA, Barometerjatim.com – Dicoretnya nama Darwati (58 tahun) dari daftar penerima program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), mendapat sorotan dari Ketua DPD RI, La Nyalla Mahmud Mattalitti.

La Nyalla meminta Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Tuban untuk mengecek kembali data penerima BPNT agar lebih tepat sasaran. Menurutnya, masalah yang menimpa Darwati tidak boleh diabaikan begitu saja.

“Nenek Darwati ini hanya satu contoh kasus. Mungkin ada orang lain yang seharusnya menjadi penerima BPNT namun namanya tidak tercantum. Untuk itu, saya meminta seluruh Dinas Sosial, khususnya di Tuban, untuk mengecek kembali data yang mereka miliki. Sebab program BPNT harus tepat sasaran,” katanya, Jumat (15/1/2021).

La Nyalla mengatakan, masyarakat seperti Darwati harusnya tidak terlewatkan oleh Dinsos. Terlebih, kondisinya sangat memprihatinkan.

“Kasus seperti Nenek Darwati ini seringkali terjadi. Dan jelas kondisi ini membuat kita semua prihatin, karena Nenek Darwati adalah Lansia dan warga miskin yang tidak tentu penghasilannya,” katanya.

“Ia sangat mengharapkan bantuan pemerintah untuk kelangsungan hidup sehari-hari. Pemerintah harus hadir untuk memastikan masyarakat mendapatkan haknya,” sambung La Nyalla.

Alumnus Universitas Brawijaya (Unibraw) Malang ini dengan tegas meminta Dinsos Tuban segera turun untuk memperbaiki data yang riil.

“Dinas Sosial harus turun mengecek kondisi riil dan memperbaiki data yang mereka miliki sesuai yang terjadi di lapangan. Jangan sampai bantuan jaring pengaman sosial jatuh kepada orang yang cukup mampu secara ekonomi,” katanya

Menurut La Nyalla, jika data tidak segera diperbaiki, masalah ini dipastikan terjadi berulang-ulang.

“Hal ini tentu tidak adil dan tidak tepat sasaran. Dan masalah ini akan terus terjadi jika tidak ada pembaruan data, dengan melakukan pengecekan lapangan. Kita ingin program BPNT berjalan lancar, dan meringankan beban masyarakat,” katanya.

Derita Penjual Kangkung

Seperti ramai diberitakan, Darwati hanya bisa menangis saat mendatangi rumah petugas Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Widang, Kabupaten Tuban, Jumat (8/1/2021) saat namanya dicoret dari penerima BPNT.

Padahal, bantuan beras dari Kementerian Sosial (Kemensos) yang diterima nenek penjual kangkung tersebut selama ini sangatlah dibutuhkan. Apalagi dalam beberapa bulan terakhir suaminya sakit-sakitan dan tidak bisa lagi mencari kangkung.

Menurutnya, dari penghasilan menjual kangkung sehari paling banyak mendapat Rp 40 ribu, terkadang juga kurang. Apalagi kalau sekarang tak lagi mendapat jatah beras, membuat beban hidupnya semakin berat.

“Kalau dulu pas masih dapat bantuan beras sangat membantu, tapi sekarang ya berat,” keluhnya.

» Baca Berita Terkait Kemiskinan