Foto Rhoma Dimanipulasi, Forsa Minta Bawaslu Turun Tangan

FORSA DUKUNG KHOFIFAH-EMIL: Yusuf Maulana (kiri) bersama Rhoma Irama saat deklarasi dukungan Forsa untuk pasangan Khofifah-Emil Dardak. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HASIBUAN
FORSA DUKUNG KHOFIFAH-EMIL: Yusuf Maulana (kiri) bersama Rhoma Irama saat deklarasi dukungan Forsa untuk pasangan Khofifah-Emil Dardak. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HASIBUAN

SURABAYA, Barometerjatim.com – Tak hanya putri Rhoma Irama, Debby Veramasari alias Debby Irama yang terusik dengan cara kampanye pembohongan publik yang dilakukan kubu pasangan Cagub-Cawagub Jatim nomor urut 2, Saifullah Yusuf (Gus Ipul)-Puti Guntur Soekarno.

Hal serupa disesalkan Forsa (Fans of Rhoma and Soneta). Bahkan mereka meminta Bawaslu Jatim segera turun tangan, karena memanipulasi foto Rhoma yang seolah-olah mendukung pasangan nomor urut dua dinilai masuk pelanggaran Pilkada.

“Kasus ini menurut saya bisa masuk pelanggaran Pilkada. Silakan Bawaslu melakukan penelusuran siapa pelaku dan apa maksudnya,” kata Ketua DPW Forsa Jatim, Yusuf Maulana saat dihubungi Barometerjatim.com, Kamis (5/4).

• Baca: Putri Rhoma Sayangkan ‘Kampanye Kotor’ Kubu Gus Ipul-Puti

Yusuf menambahkan, pihaknya belum tahu apakah benar itu pelakunya oknum tim kreatif Gus Ipul-Puti atau orang lain yang sengaja memanfaatkan Rhoma untuk konsumsi ‘kampanye adu domba’.

“Menjadi tidak kreatif, apalagi kalau sudah mencatut nama ulama atau tokoh besar dan populer sekelas Kiai Rhoma yang jelas-jelas beliau memberikan dukungan kepada paslon nomor satu, Khofifah-Emil,” katanya.

Karena itu, Yusuf menilai wajar kalau Debby Irama sampai beraksi. “Saya saja dan teman-teman Forsa se-Jatim geram dan merasakan adanya atmosfer untuk memecah belah Rhoma effect Jatim, yang telah membulatkan tekad mendukung dan memperjuangkan untuk pemenangan paslon nomor satu,” paparnya.

Apalagi, tandas Yusuf, dari hasil konfirmasi dengan tim pemenangan Khofifah-Emil, cara-cara negatif tersebut bukan kali pertama dilakukan oknum tim kreatif Gus Ipul-Puti. Mulai ‘menyamarkan’ nama Baguss (Barisan Gus Sholah) dengan Bagus (Barisan Gus-Gus) hingga mencomot jingle kampanye Wis Wayahe. “Sungguh terlalu!” tuntasnya.