Foto Gus Ipul Bareng Petinggi Nasdem, Ipong: Hanya Kebetulan

TAK TERKAIT DUKUNG-MENDUKUNG: Foto Gus Ipul bersama petinggi Nasdem. Kebetulan atau Gus Ipul sengaja menemui Surya Paloh? | Foto: Ist
TAK TERKAIT DUKUNG-MENDUKUNG: Foto Gus Ipul bersama petinggi Nasdem. Kebetulan atau Gus Ipul sengaja menemui Surya Paloh? | Foto: Ist

SURABAYA, Barometerjatim.com – Foto sejumlah petinggi Partai Nasdem bareng Cagub Jatim nomor urut 2, Saifullah Yusuf (Gus Ipul) beredar di media sosial. Foto tersebut memicu pertanyaan karena Nasdem yang memiliki empat kursi di DPRD Jatim, merupakan salah satu Parpol pengusung rival Gus Ipul, Khofifah-Emil Dardak.

Dalam foto dengan background bandara dan pesawat terbang bertuliskan Nasdem, tampak Gus Ipul melambaikan tangan bersama-sama sejumlah petinggi Nasdem, di antaranya Hasan Aminuddin.

Dikonfirmasi terkait foto ini, Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPW Nasdem Jatim, Ipong Muchlissoni membenarkan kalau foto tersebut diambil Senin (9/4) pagi saat Ketua Umum DPP Partai Nasdem, Surya Paloh hendak kembali ke Jakarta usai kunjungan di Jatim, termasuk meresmikan Gedung Bappilu Nasdem Jatim di Surabaya.

“Ada Gus Ipul di ruang VIP dan itu sepertinya kebetulan. Tidak ada pembicaraan khusus dan tidak ada pesan khusus,” terangnya saat dihubungi Barometerjatim.com malam ini.

• Baca: Fokus Pileg, Nasdem Sebut Pilgub Jatim Hanya Bonus

Politikus yang juga bupati Ponorogo itu menegaskan, foto maupun pertemuan tak sengaja antara petinggi Nasdem dengan Gus Ipul tersebut tak ada kaitannya dengan dukung-mendukung di Pilgub Jatim 2018. Sebab, tegasnya, dukungan petinggi Nasdem untuk Khofifah-Emil tak berubah.

“Tadi benar-benar kebetulan atau Gus Ipul-nya sengaja datang menemui Pak Surya di VIP sebagai teman. Itu hak Gus Ipul dan enggak mungkin Pak Surya menolak menemui,” katanya.

Saat ditanya mengapa di saat Khofifah tidak diundang di acara peresmian Gedung Bappilu, justru sekarang beredar foto Gus Ipul bersama petinggi Nasdem, Ipong menjelaskan Khofifah sengaja tidak diundang karena acara kemarin sifatnya internal Nasdem.

“Kalau ngundang calon malah disemprit KPU atau Bawaslu,” tegas alumnus Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) tersebut.