Eri Dihantam Kabar Tak Izin RT/RW di Bubutan, Ini Faktanya!

HORMATI KERABAT: Eri Cahyadi sangat menghormati kerabatnya di kawasan Bubutan di Surabaya. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
HORMATI KERABAT: Cawali Eri Cahyadi sangat menghormati kerabatnya di kawasan Bubutan Surabaya. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS

SURABAYA, Barometerjatim.com – Blusukan Calon Wali Kota (Cawali) Surabaya nomor urut satu, Eri Cahyadi saat keliling kampung melakukan penyapaan selalu disambut hangat warga.

Termasuk saat menyapa warga di kawasan Bubutan Haritage meliputi Kraton, kantor PCNU, Kampung Lawas Maspati, dan Jalan Kawatan.

Namun usai kunjungan hangat Eri di kawasan tersebut, muncul berita miring yang mendiskreditkan mantan kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya tersebut.

Eri disebut tidak mau menyapa dan bersilaturahim dengan kerabatnya yang tinggal di kawasan tersebut. Selain itu, ada tuduhan kedatangan Eri tanpa izin pengurus RT V/RW VI Kelurahan Alun-alun Contong, Kecamatan Bubutan.

Karuan saja munculnya kabar tersebut mengagetkan Koordinator Kampung Nusantara, Sabar Suastono sebagai pihak yang mengundang Eri. Menurutnya, kabar tersebut tidak benar alias hoaks dan sangat merugikan.

Sebab, kata Sabar, pihaknya sebagai pengundang sudah meminta izin kepada Ketua RT V, Ferlianur dan Ketua RW VI, Syaiful Halim, serta Ketua Bubutan Haritage, M Sholahuddin Azmy atau yang biasa disapa Gus Udin sebagai tokoh wilayah tersebut.

“Seandainya Pak RT, Pak RW dan Ketua Bubutan Haritage tidak mengizinkan, pasti saya tidak akan mengundang Pak Eri Cahyadi,” jelas Sabar yang juga penggagas berdirinya Bubutan Haritage tersebut.

“Saat saya meminta izin ke Pak RW, yakni Gus Syaiful, membolehkan dan mempersilakan koordinasi dengan Ketua Bubutan Haritage Gus Udin,” tandasnya.

Menurut Sabar, pihaknya mengundang Eri datang ke kawasan Bubutan Haritage karena selama ini dia merupakan ASN Pemkot Surabaya yang sangat peduli terhadap kawasan haritage di Kota Pahlawan.

“Saya undang Pak Eri karena beliau saat menjabat kepala Bappeko sangat peduli terhadap keberadaan wilayah haritage di Surabaya. Beliau telah menginisiasi berdirinya kampung-kampung haritage di Surabaya,” paparnya.

Sabar juga memastikan jika pihaknya telah minta izin Ketua RT V, Ferlianur terkait rencana kedatangan Eri di wilayahnya.

“Bahkan saya sudah bagi-bagi kaos bergambang Pak Eri kepada perwakilan RT. Makanya saya kaget saat mendengar informasi, bahwa kedatangan Pak Eri di wilayah Bubutan Haritage tanpa sepengetahuan RT dan RW,” ujarnya.

Ada yang Citrakan Sombong

PILWALI SURABAYA: Cawali nomor satu, Eri Cahyadi bersama kerabatnya di kawasan Bubutan Surabaya. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
PILWALI SURABAYA: Cawali nomor satu, Eri Cahyadi bersama kerabatnya di kawasan Bubutan Surabaya. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS

Sementara terkait informasi jika Eri tidak mau menyapa kerabat dekatnya yang tinggal di Jalan Kawatan, Sabar dengan tegas membantahnya. Faktanya, Eri malah menyempatkan diri menemui keluarganya dan bersalaman dengan kerabat dekatnya tersebut.

“Tidak benar Pak Eri tidak mau menyapa. Beliau bahkan foto-foto dengan keluarga besarnya tersebut. Saya punya fotonya,” kata Sabar, seraya menunjukkan foto yang dimaksud.

Menurut Sabar, informasi yang diedarkan bahwa Eri tidak mau menyapa keluarganya ini disebar, karena ingin membuat image kalau Eri sombong.

“Tentu ini salah dan tidak baik. Saya sangat menyayangkan adanya informasi tersebut,” katanya.

» Baca Berita Terkait Pilwali Surabaya