Eri Bagian dari Risma, Prestasi Atasi Covid-19 Tak Terlalu Baik!

PILWALI SURABAYA: Anwar Sadad, prestasi Eri Cahyadi di Pemkot Surabaya tak terlalu baik. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
PILWALI SURABAYA: Anwar Sadad, prestasi Eri Cahyadi di Pemkot Surabaya tak terlalu baik. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS

SURABAYA, Barometerjatim.com – Sakretaris DPD Partai Gerindra Jatim, Anwar Sadad menyebut Pilwali Surabaya 2020 bakal menjadi arena pertarungan program. Sebab, kedua bakal calon wali kota, Machfud Arifin dan Eri Cahyadi bukan politisi murni.

“Lebih kepada program-program, penanganan, kebutuhan masyarakat atau problem yang dihadapi masyarakat, termasuk dampak dari Covid-19. Ini kan murni sesuatu yang bisa diukur dan masyarakat bisa menilai,” kata Sadad, Minggu (6/9/2020).

Terkait Covid-19, misalnya. Eri adalah bagian dari Pemkot Surabaya dan dalam hal penanganan virus mematikan tersebut prestasinya tak terlalu baik.

“Dia bagian dari Pemkot sekarang, bagian dari Bu Risma (Tri Rismaharini). Kita tahu, Bu Risma bukan orang yang sangat berhasil dalam penanganan Covid-19. Itu menurut saya catatan penting,” ujarnya.

Sebelumnya, Sadad menyebut kubu Machfud bergembira karena PDIP memutuskan memilih Eri Cahyadi. Bukan figur yang memiliki faktor ideologis seperti Whisnu Sakti Buana atau Puti Guntur Soekarno.

Lantas bagaimana dengan Mujiaman Sukirno, calon wakil Machfud Arifin yang dinilai banyak kalangan kurang ngetop di Pilwali Surabaya?

Menurut Sadad, ini bukan soal ngetop atau tidak. Tapi Mujiaman memiliki pengalaman mengorganize lembaga usaha dan itu penting, karena ke depan entrepreneur harus menjadi salah satu bentuk atau wajah dari birokrasi.

“Birokrasi yang entrepreneurship juga penting, karena nggak bisa kan semuanya harus dengan pendekatan birokrasi,” kata Sadad yang juga wakil ketua DPRD Jatim.

“Saya kira pengalaman itu yang mesti dieksplor, dan saya harap Pak Mujiaman bisa mengeksplorasi kelebihan yang dia miliki,” imbuhnya.

» Baca Berita Terkait Pilwali Surabaya