Eri-Armuji Menang! Pembelot PDIP Dicibir Lewat Papan Bunga

UNTUK PEMBANGKANG PDIP: Papan bunga untuk Anugrah Ariadi, pembangkang perintah Megawati Soekarnoputri. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
UNTUK PEMBANGKANG PDIP: Papan bunga untuk Anugrah Ariadi, pembangkang perintah Megawati Soekarnoputri. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS

SURABAYA, Barometerjatim.com – Meski berstatus kader senior dan mantan anggota DPRD Surabaya dari Fraksi PDIP, Anugrah Ariyadi memilih membangkang perintah ketua umumnya, Megawati Soekarnoputri dengan mendukung Machfud Arifin-Mujiaman di Pilwali Surabaya 2020.

Pembangkangan Anugrah ini membuat kader PDIP lainnya geram dan meminta partai melakukan pemecatan. Apalagi mantan wakil ketua DPC PDIP Surabaya itu juga sempat membuat langkah menyesatkan: Menempeli ambulansnya yang berlogo PDIP dan Whisnu Sakti Buana dengan poster maju.

Nah, begitu pasangan calon yang didukung PDIP, Eri Cahyadi-Armuji memenangi Pilwali versi quick count lembaga survei, kader PDIP yang menamakan Banteng Tegak Lurus Kecamatan Gubeng langsung mengirimi papan bunga disertai kalimat cibiran.

“Selamat atas kemenangan Eri Cahyadi dan Armuji. Terima kasih Banteng Turu yang membuat kita lebih semangat – Banteng Tegak Lurus Kecamatan Gubeng,” begitu bunyi kalimat dalam papan bunga.

Papan bunga yang ditujukan untuk Anugrah tersebut, terlihat di halaman Posko Pemenangan Whisnu di sekitaran Jalan Gubeng. Posisinya persis bersebelahan dengan mobil ambulan berwarna putih dengan logo PDIP bertuliskan dan gambar Whisnu, namun kali ini tak ada poster Maju.

PDIP Mendarah Daging

TAK PATUH: Anugrah Ariadi, sempat menempel ambulans berlogo PDIP bergambar Whisnu dengan poster Maju. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
TAK PATUH: Anugrah Ariadi, sempat menempeli ambulans berlogo PDIP bergambar Whisnu dengan poster Maju. | Foto: Barometerjatim.com/ROY

Ya, Pilwali Surabaya 2020 memang berlangsung cukup keras. Sejumlah kader PDIP yang tak puas dengan keputusan DPP lantaran mengusung Eri-Armuji, memilih membelot dengan mendukung pihak lawan.

Di antara kader senior Mat Mochtar yang akhirnya dipecat sebagai kader PDIP, bahkan kakak kandung Whisnu Sakti Buana, Jagad Hariseno.

Namun pembangkangan tersebut terbukti tak memberi dampak signifikan. Eri-Armuji tetap menang bakan dengan selisih tebal 13-15 persen versi quick count maupun lembaga survei maupun hitungan Sirekap (Sistem Informasi Rekapitulasi) KPU.

“Meski ada faksi-faksi dalam tubuh PDIP Surabaya, faktanya soliditas kader-kader PDIP yang sudah mendarah daging sulit untuk digoyahkan,” nilai Direktur Surabaya Survey Center (SSC), Mochtar W Oetomo.

“Sikap gotong royong yang sudah menjadi naluri di tubuh PDIP, otomatis menggelora dan menggelinding dalam konteks-konteks tertentu yang diperlukan,” imbuh peneliti yang pengajar S2 di Unitomo Surabaya tersebut.

» Baca Berita Terkait Pilwali Surabaya