Era Globalisasi, Kadin-HIPMI Diminta Ikut Urus UMKM

CERMAT BACA SITUASI: Kadin dan HIPMI Jatim harus bisa membaca krisis ekonomi global yang melanda Eropa dan diprediksi bakal berlangsung panjang. | Foto: Ist

SURABAYA, Barometerjatim.com – Di era globalisasi, sektor UMKM perlu mendapatkan perhatian. Karena itu, Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Jatim dan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) diminta ikut mengurus sektor UMKM.

Hal itu disampaikan Gubernur Jatim, Soekarwo saat acara Buka Puasa Bersama Gubernur, Kadin Jatim dan HIPMI beserta Anak Yatim di Kantor Kadin Jatim, Surabaya, Senin (19/6).

Dijelaskan Pakde Karwo — sapaan akrab gubernur Jatim — krisis ekonomi global yang melanda Eropa diprediksi berlangsung panjang. Hal tersebut disebabkan tingkat daya beli masyarakat di kelas menengah mengalami penurunan. Secara tidak langsung, krisis tersebut bisa berpengaruh bagi Jatim.

• Baca: ASN Pemprov Diimbau Tak Ambil Cuti Tambahan Lebaran

”Oleh sebab itu, Kadin dan HIPMI harus bisa membaca situasi seperti itu. Salah satunya adalah memperhatikan sektor UMKM,” ujarnya. Apabila sektor UMKM tidak diurus, menurut Pakde Karwo, akan berdampak jelek bagi ekonomi mikro.

Kadin dan HIPMI, lanjutnya, tidak boleh terjebak menjadi multinasional corporation. Apabila ini dilakukan maka Kadin dan HIPMI bisa menjadi bangkrut karena faktor efisiensi.

”Awalnya mungkin bagus, tapi pasar akan semakin kecil karena posisi industri mikro pada posisi jatuh. Maka dari itu, betapa pentingnya Kadin dan HIPMI mengurus industri mikro,” ungkapnya.

• Baca: Mudik Lebaran, PNS Dilarang Pakai Kendaraan Dinas

Pakde Karwo menjelaskan, industrialisasi bisa berdampak negatif bagi keberadaan UMKM, karena konsep yang dianut adalah efisiensi. Dengan adanya efisiensi akan menyebabkan disparitas keadilan yang menonjol.

Dicontohkan, jumlah angka pengangguran di beberapa negara mengalami kenaikan karena efisiensi, misalnya Spanyol mengalami peningkatan jumlah pengangguran menjadi 18 persen, Prancis 14 persen dan Amerika 8,7 persen.

”Hal itu efek dari tidak diurusnya industri sehingga pasar jatuh karena income generatenya turun,” ujarnya.

Pakde Karwo mengusulkan agar Kadin dan HIPMI melakukan restrukturalisasi, di antaranya membuat bank dengan bunga satu digit. Sedangkan pemerintah menarik pajak kecil untuk kelompok kecil. Demikian pula retail diurus oleh pemerintah.

• Baca: Ruwet, Pakde Karwo Usul Pengajuan DAK Disederhanakan

”Apabila hal tersebut dilakukan, maka akan memberikan dampak bagus, yaitu income bagi industri kecil akan mengalami kenaikan,” paparnya.

Dalam kesempatan sama, gubernur Jatim juga memaparkan neraca perdagangan Jatim pada Januari– Februari 2017 yang surplus perdagangannya naik 95 persen dibandingkan periode sama di tahun sebelumnya, yakni dari dari Rp 23 trilun menjadi Rp 45 triliun.

“Hal tersebut menunjukkan ada pergerakan mesin di tataran bawah, yaitu sektor UMKM,“ jelasnya.