Emil: Masyarakat Desa Hutan ‘Paru-paru’ Pulau Jawa

SEMANGAT PEMIMPIN: Khofifah dan Emil Dardak saat menghadiri deklarasi dukungan dari masyarakat desa hutan di Pandaan, Pasuruan, Selasa (5/6). | Foto: Foto Barometerjatim.com/ROY HASIBUAN
SEMANGAT PEMIMPIN: Khofifah dan Emil Dardak saat menghadiri deklarasi dukungan dari masyarakat desa hutan di Pandaan, Pasuruan, Selasa (5/6). | Foto: Foto Barometerjatim.com/ROY HASIBUAN

PASURUAN, Barometerjatim.com – Cawagub Jatim, Emil Elestianto Dardak menegaskan Masyaraat Desa Hutan (MDH) tidak bisa dipandang sebelah mata karena mereka merupakan pahlawan pangan maupun kehidupan, sekaligus penjaga ‘paru-paru’ Pulau Jawa.

“Masyarakat desa hutan adalah penjaga paru-paru Pulau Jawa agar tidak hilang dari muka bumi ini,” katanya usai menghadiri Deklarasi MDH untuk Khofifah-Emil di Kemangi Resto Pandaan, Pasuruan, Selasa (5/6).

Selain itu, tambah Emil, MDH penjaga ketahanan pangan di lingkungannya desa-desa yang ada. “Dengan luas wilayah Jatim yang terbatas, maka batas wilayah kawasan hutan ini harus bisa dikelola secara produktif namun juga harus tetap lestari,” paparnya.

Mereka, lanjut Emil, “Punya kreativitas dan kesabaran untuk tidak ngoyo dalam mengelola kawasan hutan. Inilah yang harus kita apresiasi terhadap mereka.”

• Baca: Ribuan Masyarakat Desa Hutan Deklarasi Dukung Khofifah-Emil

Karena itu, Emil menegaskan, MDH jangan hanya diambil kontribusinya untuk ketahanan dan kedaulatan pangan, tapi juga harus ada keberadilan dalam distribusi pupuk, misalnya. Bagaimana mereka dibekali peningkatan teknologi dalam pemanfaatan kawasan hutan.

“Inilah tadi kesepakatan yang kita tuangkan dalam pakta integritas. Kami yakin, pasca (deklarasi) ini akan berdampak signifikan dukungan-dukungan kepada kami di daerah-daerah,” imbuh doktor ekonomi pembangunan kawasan lulusan Jepang tersebut.