Emil-Arumi ‘Magnet Baru’ bagi Kader Nasyiatul Aisyiyah

MAGNET BARU: Emil Dardak dan Arumi Bachsin menjadi dalam acara yang digelar Nasyiatul Aisyiyah di Aula Mas Mansur PW Muhammadiyah, Selasa (1/5). | Foto: Barometerjatim.com/ ROY HASIBUAN
MAGNET BARU: Emil Dardak dan Arumi Bachsin menjadi dalam acara yang digelar Nasyiatul Aisyiyah di Aula Mas Mansur PW Muhammadiyah, Selasa (1/5). | Foto: Barometerjatim.com/ ROY HASIBUAN

SURABAYA, Barometerjatim.com – Emil Elestianto Dardak dan istrinya, Arumi Bachsin menjadi magnet bagi kader Nasyiatul Aisyiyah dalam acara Sosialisasi Pilgub 2018 dan Mengenal Lebih Dekat dengan Paslon di Aula Mas Mansur PW Muhammadiyah Jatim, Selasa (1/5).

“Arumi, Mas Emil, saya pingin foto,” teriak sejumlah aktivis perempuan muda Muhammadiyah tersebut.

Pihak panita acara bertema “Penguatan Peran Perempuan dalam Menangkal Politik SARA, Wujudkan Pemilu Jawa Timur yang Berintegritas” sebenarnya mengundang perwakilan kedua pasangan calon. Namun hanya Emil yang datang.

• Baca: Muhammadiyah: Khofifah Punya Kapasitas Bangun Jatim

“Iya semua diundang, tapi yang bersedia hadir Mas Emil, Gus Ipul belum ada konfirmasi,” kata Ketua PW Nasyiatul Aisyiyah, Aini Sukriyah.

Sementara Emil Dardak yang didapuk menjadi narasumber menjelaskan peran strategis perempuan dalam membangun Indonesia. Menurutnya, di tengah lonjakan teknologi yang sangat maju, perempuan dapat berkarya dan berkreativitas tanpa mengganggu kewajibannya.

Dengan peran perempuan dalam segala sektor dan kontribusi kreativitasnya, maka Indonesia akan memiliki lebih banyak SDM kreatif. “”Saat ini sisi kreatif sangat dibutuhkan. Kaum perempuan bisa bekerja produktif dan kreatif tanpa full time,” katanya.

“Kerja saat ini bisa di rumah, oleh karenanya peluang besar bagi kaum perempuan untuk berkarya dan berkreativitas dengan tetap menjadi ibu rumah tangga.”

• Baca: Tanwir Aisyiyah Dorong Spirit Jihad Ekonomi Perempuan

Emil menambahkan, dirinya tidak sepakat  jika ada yang mengatakan untuk apa  perempuan sekolah tinggi-tinggi kalau akhirnya hanya mengurus rumah.

Dia juga menegaskan, perempuan sangat menentukan generasi bangsa di masa depan. Dia pun menceritakan sosok ibunya yang berperan dalam karirnya selama ini. “Saya pernah menjadi pelajar teladan se-DKI Jakarta dan yang sangat berjasa adalah ibu saya,” katanya.

“Ibu saya memerankan peran yang penting tentang public speaking, uji bakat dan akademik. Ini artinya perempuan sangat menentukan generasi penerusnya memiliki kemampuan dan kecerdasan,” pungkasnya.