Eksotisme Mural Dinding Rumah bersama Senja

SENTUHAN ARTISTIK: Retnoningsih, lewat sentuhan artistik tangannya, setiap dinding diwarnai kreasi mural. Mulai lukisan alam, hingga simbol-simbol ‘anti-kemapanan’ khas seni mural. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HASIBUAN

Lazimnya mural terpampang di tembok pinggir jalan. Namun lewat sentuhan tangan seniman Gunung Kidul, Retnoningsih, tembok di dalam rumah mampu disulap menjadi dinding mural penuh kreasi seni tinggi.

RUMAH di Jalan Ki Ageng Giring KM 1,5 Besari RT 02/04 Wonosari, Gunung Kidul, DI Yogyakarta itu dari luar terlihat sama dengan rumah kebanyakan. Namun begitu masuk ke dalam, kita disuguhi pemandangan tak biasa bahkan luar biasa terpampang dengan indah: Mural dinding rumah.

Lewat sentuhan artistik pemilik rumah, Retnoningsih, setiap dinding diwarnai kreasi mural. Mulai lukisan alam, hingga simbol-simbol ‘anti-kemapanan’ khas seni mural.

“Agar rumah tinggal tidak terlihat kaku dan monoton dengan dinding batako, maka muncullah ide untuk melukis dinding,” tutur wanita 42 tahun itu. Selain seniman, sehari-hari Retnoningsih adalah seorang guru serta pemilik Rumah Makan Gerai Oishi Green.

Melangkah ke halaman samping, suasana tembok gazebo, tempat dimana pemilik rumah untuk menerima tamu, kerabat, komunitas dan handai tolan dibuat suasana hening dengan nuansa gambar siluet candi.

“Ini mencerminkan gambaran sore hari dengan ketenangan, dilengkapi dengan gambar pepohonan yang sayup menjelang datang malam hari,” jelas Retnoningsih.

• Baca: Pesona Pedesaan Bertabur Ratusan Juta Rupiah per Bulan

Kemudian gambar di kamar yang melukiskan senja, lanjutnya, mengambarkan keteduhan jiwa saat memandang hamparan pandangan yang elok. “Menggambarkan suasana yang tenang dan mampu membawa jiwa pada keadaan damai, membebaskan angan untuk berekspresi bebas dari tekanan,” tuturnya.

Untuk membuat mural dinding ini, Retnoningsih ditemani dua orang seniman lainnya. Butuh waktu 4 x 24 jam dengan estimasi biaya sekitar satu juta rupiah. “Ini sekadar kreasi untuk meminimalisir kebosanan, mempercantik pemandangan, sekaligus menyalurkan hobi menggambar,” katanya.

Karya Seni Unik

SILUET CANDI: Gazebo, tempat dimana pemilik rumah menerima tamu, kerabat, komunitas dan handai tolan dibuat suasana hening dengan nuansa gambar siluet candi. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HASIBUAN

Mural merupakan karya seni yang unik. Berbeda dengan seni lukis yang medianya berupa kanvas, seni mural menggunakan dinding, tembok atau permukaan luas sebagai medianya.

Seni mural lebih bebas dan dapat menggunakan media cat tembok atau cat kayu, bahkan cat atau pewarna apapun seperti kapur tulis atau alat lain yang dapat menghasilkan gambar.

Kreasi ‘coretan dinding’ ini banyak dikenal masyarakat sebagai sebuah seni di jalanan. Netralitas mural memberi celah untuk menjadikannya mengandung nilai-nilai tertentu dari pembuatnya.

Tak jarang sang seniman, mengekspresikan pemikirannya ke dalam bentuk gambar sebagai sebuah media perlawanan terhadap kemapanan.

“Agar rumah tinggal tidak terlihat kaku dan monoton dengan dinding batako, maka muncullah ide untuk melukis dinding.”

“Dalam istilah budaya pop, seperti kemapanan berpikir, kemapanan dalam kelas kehidupan sosial, dan bahkan kemapanan antarkelas dalam pekerja seni gambar sendiri,” paparnya.

Di luar negeri, seni mural berkembang pesat di beberapa negara, terutama di Amerika Serikat dan Amerika Latin. Tema yang biasa digunakan tentang pendidikan atau kampanye perdamaian.

Retnoningsih lantas membuka resep untuk mendapatkan mural berkelas di dinding rumah — terutama minimalis — sebagai pengganti wallpaper. Kita dapat berkreasi dengan bebas menentukan gambar yang ingin tampilkan. “Tentunya sebelum memulai menghiasi dinding rumah minimalis dengan mural, ada beberapa hal yang mesti diketahui,” katanya.

• Baca: Manjakan Selera Lewat Cita Rasa Negeri Matador

Menurut Retnoningsih, awali dengan menentukan konsep. Ini merupakan hal paling mendasar sebelum berkreasi dengan mural. Konsep memang tergantung selera dan kemampuan melukis, namun jika ingin konsep yang sederhana usahakan desain tidak terlalu detail dan membutuhkan alat khusus agar dapat meminimalisir biaya.

Bagaimana dengan pemilihan warna? Diselaraskan dengan desain ruangan rumah, pencahayaan dan warna yang digunakan pada dinding agar tidak kontras. Usahakan warnanya dominan, sehingga lukisan mural bisa menjadi fokus perhatian di ruangan.

“Seperti tema mural pada dinding kamar saya adalah lukisan senja. Awalnya saya hanya iseng untuk mencorat-coret dinding kamar, tapi karena suasana senja yang paling saya sukai maka memilih tema tersebut sebagai tema besarnya,” katanya.

Guratan Siluet

BEBAS TANPA TEKANAN: Senja mengambarkan suasana yang tenang, membawa jiwa pada keadaan damai, membebaskan angan untuk berekspresi bebas dari tekanan. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HASIBUAN

Senja, bagi Retnoningsih adalah saat yang paling indah dengan guratan siluet di langit. Ketika dipadukan dengan gambar pohon yang eksotik akan menjadi sebuah karya yang bagus.

“Dan efek secara psikologis pun saya dapatkan di sini. Kamar menjadi rapi dengan suasana tenang dan hening tercipta, sehingga kamar ini mampu memberikan inspiratif dan membuat efek pikiran menjadi rileks setelah istirahat di kamar ini,” jelasnya.

Berikutnya Retnoningsih mencoba membuat nuansa lain pada space kosong dinding halaman, untuk dijadikan tempat ngopi dan sekadar ngobrol dengan komunitas. Nuansa yang dipilih goresan candi di sore hari. Tambahan rumpun bambu kuning menambah suasana menjadi teduh dan nyaman. “Space dalam ruang kosong menjadi lebih hidup,” ucapnya.

• Baca: Penjual Kopi ‘Tak Biasa’ Asal Nganjuk Viral di Medsos

Namun tema senja tetap yang pilih menjadi ikon halaman samping gazebo untuk kegiatan santai keluarga, handai taulan dan komunitas pemilik Gerai Oishi Green ini.

“Sehingga orang-orang yang datang ke tempat ini tidak membawa keresahan. Artinya mereka yang ke sini nanti bisa melihat suatu kreatifitas dan menghilangkan aura negatif, ya semacam berada pada pinggiran candi-candi di wilayah Jawa di waktu senja,” pungkasnya.•