E-KTP Molor, 8.600 Pemilih di Gresik Nyoblos Pakai Suket

PERMUDAH PEMILIH: Ketua KPU Gresik, Ahmad Roni (tengah), Dukcapil keluarga 8.600 surat keterangan untuk pencoblosan di Pilgub Jatim. | Foto: Barometerjatim.com/DIDIK HENDRIYONO
PERMUDAH PEMILIH: Ketua KPU Gresik, Ahmad Roni (tengah), Dukcapil keluarga 8.600 surat keterangan untuk pencoblosan di Pilgub Jatim. | Foto: Barometerjatim.com/DIDIK HENDRIYONO

GRESIK, Barometerjatim.com – Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispenduk Capil) Kabupaten Gresik terpaksa menerbitkan surat keterangan (suket) untuk kepentingan pemilih dalam Pilgub Jatim 2018. Tak tanggung-tanggung, suket yang dikeluarkan mencapai 8.600.

Penerbitan suket tersebut lantaran Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP) sampai sekarang belum jadi. “Karena e-KTPnya belum jadi, maka pemilih dalam Pilgub Jatim bisa menggunakan surat keterangan dari Dispenduk Capil,” terang Ketua KPU Gresik, Ahmad Roni.

Roni menjelaskan, para pemilih saat coblosan Pilgub Jatim, Rabu (27/6) besok, selain terdaftar di DPT (Daftar Pemilih Tetap) juga harus membawa formulir C6, menunjukan e-KTP atau suket yang dikeluarkan Dispenduk Capil saat datang ke TPS.

• Baca: Seruan Pakde Karwo! Karpet Merah Khofifah Menuju Grahadi

Roni mengungkapkan, pihaknya juga baru mendapat surat dari KPU RI, bagi pemilih yang hanya membawa C6 tapi namanya masuk dalam DPT dan dipastikan orang yang bersangkutan, maka diperbolehkan menyoblos.

“Kebijakan tersebut dilatarbelakangi kebiasaan para pemilih lansia yang kadang mereka jarang membawa KTP saat keluar rumah,” katanya.

“Jadi kepada panitia yang ada di TPS untuk bisa memastikan bawa yang bersangkutan memang pemilih yang terdata di DPT,” tambahnya.