Duh! Lagi-lagi Machfud-Mujiaman ‘Keserimpet’ Sarung

PILWALI SURABAYA: Ketua PAC PDIP Jambangan, Sunar melaporkan bagi-bagi serung ke Panwascam. | Foto: Barometerjatim.com/ROY
PILWALI SURABAYA: Ketua PAC PDIP Jambangan, Sunar melaporkan bagi-bagi serung ke Panwascam. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS

SURABAYA, Barometerjatim.com – Lagi-lagi Machfud Arifin-Mujiaman ‘keserimpet’ sarung. Kali ini sejumlah orang diduga tim pemenangannya mengumpulkan KTP warga dan bagi-bagi sarung bergambar paslon nomor urut dua tersebut di wilayah Kecamatan Jambangan, Surabaya, Rabu (30/9/2020).

Hal itu didasarkan dari laporan dugaan pelanggaran kampanye yang disampaikan Ketua Pengurus Anak Cabang (PAC) PDIP Jambangan, Sunar kepada Panwascam Jambangan dan akan diteruskan ke Bawaslu Surabaya.

“Saya sudah koordinasi dengan Panwas kota dan kecamatan. Ini jelas melanggar! Pertama, soal masa kampanye. Kedua, kedua soal pembagian sembako,” tegas Sunar.

Zurotul, salah seorang warga Jambangan yang mengaku mengetahui aksi bagi-bagi sarung tersebut menuturkan, “Tadi saya keluar dari rumah mau beli semen, ternyata kan ada grumbul-grumbul (kerumunan massa) banyak.”

“Terus saya disuruh numpuk KTP asli, katanya mau dapat sembako dari calon wali kota,” sambungnya. Namun Zurotul menolak saat diminta mengumpulkan KTP, karena takut jika terjadi penyalahgunaan data dirinya.

“Saya ndak mau, karena saya tahu kan, tapi teman saya ada yang ngasih (KTP). Katanya dapat sembako, ternyata dapat sarung. Katanya dari Pak Machfud,” akunya.

Sunar menambahkan, pihaknya telah mengumpulkan bukti dan saksi di lapangan untuk kemudian meneruskan laporan ke Bawaslu Surabaya.

“Kita ingin Pilkada Surabaya berjalan fair play, aman dan damai. Janganlah ada kecurangan yang membuat suasana menjadi tidak kondusif,” ucap Sunar.

Sebelumnya, 12 September 2020, sejumlah orang yang diduga tim pemenangan Machfud-Mujiaman membagi-bagikan sarung di wilayah Kelurahan Ngagelrejo, sekitar pukul 21.00 WIB.

Sarung berikut masker, stiker dan pamflet bergambar Machfud dikemas dalam tas kain berwarna hijau dan kuning. Untuk bisa mendapatkannya, warga diminta menunjukkan KTP.

“Satu KTP satu sarung. Kalau KTP suami istri dapat dua sarung,” ungkap seorang ibu yang baru mendapat pembagian bingkisan sarung.

Pembagian sarung dilakukan secara terbuka di jalanan kampung. Di lokasi, warga yang mendapat bagian sarung difoto oknum tim pemenangan sebagai dokumentasi.

» Baca Berita Terkait Pilwali Surabaya